Loading...

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira Tinjau Korban Keracunan MBG

Riva Adam Puteri 27 Februari 2026 624 kali dilihat
Bagikan:
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira Tinjau Korban Keracunan MBG
CIMAHI - Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira meninjau secara langsung para korban yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cimahi pada Rabu malam (25/02/2026). 

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira berkomunikasi dengan para korban yang terdiri dari siswa dan juga guru yang mengalami gejala keracunan. 

Wakil Wali Kota Cimahi Adithia Yudisthira mengatakan sudah ada 24 orang siswa dan guru yang terkofirmasi mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit karena mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (25/2/2026).

"Jumlah sementara di RSUD Cibabat 20, Rumah Sakit Mitra Kasih 3 dan Rumah Sakit Dustira 1," kata Adhitia di RSUD Cibabat kepada awak Media. 

Adithia menuturkan, siswa dan guru yang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi MBG berasal dari TK PGRI, TK Kartika, SDN Cimahi Mandiri 4, dan SDN Karangmekar 5 dan SMPN 6. 

"Hari ini saya hadir bersama jajaran Forkompinda Cimahi untuk merespons adanya diduga kasus keracunan massal MBG di beberapa sekolah di kawasan Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi," kata dia.

Para Siswa dan Guru menyantap menu Makan Bergizi Gratis diantaranya onigiri atau nasi kepal,kemudian telur rebus, kurma, serta susu murni.Para siswa menyantap menu tersebut pada waktu yang berbeda-beda. 

"Jadi ada yang dimakan pada jam 11 siang, ada yang jam 3 sore serta paling sore jam 5.Kemudian pada jam 5 sore,pas kita menerima informasi siswa keracunan langsung kita instruksikan guru menginformasikan agar jangan dimakan lagi," ungkap Adithia.

Sampel makanan kemudian sudah dibawa untuk diuji di Labkesda Jawa Barat.Nantinya penyelidikan terkait penyebab pasti keracunan itu akan dilakukan oleh pihak berwenang. 

"Yang sifatnya observasi atas penyebab, itu kita lakukan sesuai mekanisme.Sample sudah dibawa dan sedang diuji,isinya itu apa yang tadi didistribusikan.Kita tunggu hasilnya seperti apa,kita fokus ke penanganan pasien yang bergejala," kata Adhitia. 

Pemerintah Kota Cimahi juga mendirikan posko di RSUD Cibabat untuk melakukan penanganan pasien yang mengalami gejala keracunan. Jika terjadi penumpukan pasien, pihaknya akan langsung mendistribusikan ke rumah sakit lainnya di Kota Cimahi.

"Pemerintah Kota Cimahi bersepakat membuka Posko di RSUD Cibabat, apabila terjadi penumpukan kita akan distribusi ke rumah sakit lain. Tapi Alhamdulillah masih tertangani, ada yang masuk dan pulang terus bergantian," ujar dia.

Adhitia mengatakan, berdasarkan laporan sementara, paket menu MBG yang diduga menyebabkan siswa dan guru keracunan itu dibagikan pada Rabu (25/2/2026) pagi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Cimahi. Usai menerima laporan adanya dugaan keracunan, pihaknya menginstruksikan agar paket yang belum dikonsumsi agat tidak dimakan saat berbuka puasa.