Loading...

Bunderan jadi Solusi Kemacetan di Simpang Citeureup Kota Cimahi

Rano Hardiana 10 April 2026 50 kali dilihat
Bagikan:
Bunderan jadi Solusi Kemacetan di Simpang Citeureup Kota Cimahi

CIMAHI.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendorong pembangunan sebuah bundaran di Simpang Citeureup kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Pembangunan bundaran dinilai bisa menjadi solusi macet dan semrawutnya di akses jalan yang statusnya milik provinsi.

"Kami bermaksud agar Simpang Citeureup ini ke depan dibangun menjadi bundaran seperti di Simpang Jati. Kemarin kami sudah konsultasi ke pimpinan karena ini merupakan jalan provinsi, sehingga perlu dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, Rabu (8/4/2026).

Endang mengakui karakter Simpang Citeureup yang merupakan akses alternatif menuju kawasan wisata di Cisarua, Parongpong hingga Lembang itu memiliki radius tikung yang terbatas. Sehingga pemasangan APILL pun tidak menjawab permasalahan semrawutnya di titik tersebut.

"Simpang Citeureup ini karena memang desain dari keempat arahnya relatif sulit, kemudian radius tikungnya juga sempit, tidak lebar. Sehingga walaupun di sana sudah kita tempatkan APIL (lampu merah), ternyata berdasarkan operasional di lapangan ini tidak menyelesaikan masalah," ujar Endang.

Pihaknya, kata Endang, sudah membuat surat yang ditandatangani Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang berisi usulan pembuatan bunderan di Simpang Citeureup. Surat tersebut akan segera disamapaikan kepada Pemprov Jawa Barat.

"Kami dari Cimahi sudah membuat surat yang ditandatangani oleh Pak Wali dan akan segera disampaikan ke provinsi untuk kita usulkan agar ke depan Simpang Citeureup. Jadi ini baru usulan, kita sedang proses pengajuan ke provinsi," sebut dia.

Pihaknya berharap usulan ini mendapat respon positif dari Pemprov Jawa Barat sehingga nantinya bisa dilakukan pembahasan lebih lanjut. Menurut Endang, skema bunderan cukup efektif untuk mengurai kemacetan seperti yang sudah diimplementasikan di Simpang Jati.

"Kalau target, kita belum bisa bicara, karena ini harus mendapatkan respons dulu. Kemudian nanti target datang dari provinsi, harus sudah terkait dengan penganggaran, baik dari kami maupun dari provinsi. Ini kan belum sampai detailnya, kita baru mengusulkan rencana sebagai upaya untuk memecahkan kemacetan di Simpang Citeureup," kata Endang.***