CIMAHI - Di tengah gempuran digitalisasi dan kecerdasan buatan yang kian mendominasi berbagai sektor kehidupan, peran guru dinilai tetap menjadi pilar utama yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Oleh karena itu, guru wajib melek digital demi mengoptimalkan potensi dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Kegiatan Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SDN Cimahi Mandiri 1.
Dalam arahannya, Adhitia menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi para pendidik bukan sekadar program rutinitas. Melainkan sebuah investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan Kota Cimahi. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Adhitia memaparkan bahwa potret dunia pendidikan saat ini telah berubah drastis jika dibandingkan dengan satu atau dua dekade lalu. Anak-anak zaman sekarang, atau generasi alfa, tumbuh dan berkembang di tengah derasnya arus informasi serta ekosistem teknologi yang sangat masif.
Kondisi ini mendesak para guru untuk bergerak cepat, keluar dari zona nyaman, dan terus beradaptasi dengan metodologi pembelajaran baru.
Kendati demikian, Adhitia mengingatkan agar transformasi digital di sekolah tidak mengikis esensi utama guru sebagai penuntun moral.
"Saya yakin guru tidak bisa disubstitusi oleh teknologi. Kenapa? Karena yang bisa mengubah manusianya adalah guru, bukan teknologi. Hal itu dilakukan melalui sentuhan rasa dan pembentukan karakter," tegas Adhitia.
Lewat pelatihan tersebut, diharapkan mampu melahirkan tenaga kependidikan yang tidak hanya melek digital (tech-savvy). Tetapi juga memiliki ketahanan moral dan empati yang kuat. Teknologi diposisikan sebagai alat bantu (tool) untuk memperkaya materi, sementara guru tetap memegang kendali penuh dalam membangun etika, integritas, dan budi pekerti siswa.
Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Dengan kompetensi guru yang terus ditingkatkan, Kota Cimahi optimistis mampu melahirkan generasi emas yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara emosional dan spiritual. (Bidang IKPS)**