Loading...

Ancaman Sesar Lembang Mengintai, Ngatiyana Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Cimahi

Sarwindha 19 Oktober 2026 423 kali dilihat
Bagikan:
Ancaman Sesar Lembang Mengintai, Ngatiyana Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Cimahi

CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga ancaman gempa bumi yang berpotensi berkaitan dengan aktivitas Sesar Lembang.

Langkah tersebut dilakukan melalui Workshop Kebencanaan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini membahas penanggulangan bencana serta fungsi tempat pengungsian bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Ngatiyana mengatakan, peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko bencana. Menurutnya, masyarakat perlu memahami langkah yang harus dilakukan agar dapat bertindak tepat dan tidak panik ketika bencana terjadi.

"Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat kesiapan kita dalam menghadapi bencana, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi," ujar Ngatiyana.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan perlu dibangun untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana, termasuk gempa bumi yang berpotensi dipicu aktivitas Sesar Lembang.

"Apa yang harus kita lakukan apabila terjadi bencana? Baik itu banjir, gempa bumi ataupun Sesar Lembang yang ada di Kota Cimahi. Inilah penguatan, mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kementerian terkait. Kegiatan ini diikuti Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang telah terbentuk di lima kelurahan.

Menurut Ngatiyana, Tagana dan KSB memiliki peran penting dalam mendukung penanganan bencana, mulai dari meningkatkan kewaspadaan masyarakat hingga membantu penanganan awal ketika kondisi darurat terjadi.

"Tagana dan KSB harus memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi bencana. Dengan begitu, mereka dapat membantu masyarakat dan mendukung upaya penanganan ketika terjadi keadaan darurat," ungkapnya.

Selain memperkuat kesiapan menghadapi bencana, Pemkot Cimahi juga mendorong langkah pencegahan menjelang musim hujan. Masyarakat diminta tidak lengah meskipun saat ini masih berada pada periode kemarau.

Ngatiyana mengingatkan, persiapan sejak dini diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor ketika curah hujan meningkat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tidak tersumbat.

"Jangan menunggu sampai terjadi bencana. Kita harus mulai melakukan antisipasi dari sekarang, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik," pesannya.

Gerakan menjaga kebersihan lingkungan tersebut melibatkan masyarakat, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi, serta para relawan. Upaya ini diharapkan mampu mencegah penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air dan memicu banjir.

Ngatiyana juga mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam upaya pencegahan bencana. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.

"Ayo kita bersihkan lingkungan, jangan sampai ada numpuk sampah sehingga nanti menjadikan banjir atau bencana bagi kita," pungkasnya.

Melalui workshop kebencanaan, penguatan peran Tagana dan KSB, serta gerakan kebersihan lingkungan, Pemkot Cimahi berharap masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Kesiapsiagaan dan pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam melindungi keselamatan warga, terutama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun ancaman gempa bumi di wilayah sekitar Sesar Lembang.(Bidang IKPS**)