Loading...

Ular Sanca 2,4 Meter Bersembunyi Di Dalam Tanah, Damkar Cimahi Turun Tangan

Sarwindha 26 Oktober 2026 27 kali dilihat
Bagikan:
Ular Sanca 2,4 Meter Bersembunyi Di Dalam Tanah, Damkar Cimahi Turun Tangan

CIMAHI – Seekor ular sanca sepanjang 2,4 meter ditemukan bersembunyi di dalam tanah halaman rumah warga di Gang Muhammad Yamin, RT 01/RW 16, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (26/10/2026).

Kemunculan ular berukuran besar tersebut mengejutkan pemilik rumah, Desi Pertiwi, saat hendak membuat septic tank di depan rumahnya. Ketika proses penggalian berlangsung, ular sanca itu terlihat berada di dalam tanah.

Pemilik rumah kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi. Laporan diterima petugas sekitar pukul 10.23 WIB.

Komandan Regu 1 Damkar Kota Cimahi, Indrahadi, mengatakan tiga personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Kami terima laporan adanya ular di halaman rumah sekitar pukul 10.23 WIB. Kami langsung merespons menuju lokasi untuk penanganan," kata Indrahadi saat dikonfirmasi.

Petugas kemudian melakukan proses penyelamatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan grabstick atau alat penjepit khusus untuk menangani ular.

Setelah berjibaku selama sekitar tujuh menit, ular sanca dengan panjang 240 sentimeter dan diameter tujuh sentimeter tersebut akhirnya berhasil dievakuasi tanpa dilaporkan adanya korban.

Usai dievakuasi, ular tersebut langsung dibawa ke Markas Komando Damkar Kota Cimahi untuk menjalani karantina sementara.

Indrahadi menduga ular sanca itu berasal dari saluran air atau got dan kemudian bersembunyi di bawah tanah halaman rumah warga.

"Sekarang masih dikarantina di kantor Damkar Kota Cimahi. Bagi yang mau mengambil diperbolehkan. Ularnya cuma satu, dugaannya itu dari dalam got," ujarnya.

Damkar Kota Cimahi juga membuka kesempatan bagi komunitas pencinta reptil maupun masyarakat yang berminat memelihara ular tersebut untuk menghubungi pihak Damkar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman, terutama saat melakukan penggalian tanah atau pekerjaan konstruksi di sekitar rumah.(Bidang IKPS**)