Sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kota Cimahi, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) akan melakukan roadshow ke setiap SMA/SMK.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Kadisnakertransos), Benny Bachtiar mengatakan, dengan data siswa kurang lebih sebanyak 3.500 yang lulus pada 2015 nanti, hanya 30 persen yang akan meneruskan ke perguruan tinggi dan 70 persennya berpotensi menjadi pengangguran.
"Cimahi ini kan sudah memploklamirkan sebagai Kota kreatif. Dengan roadshow ini kami akan berusaha agar anak-anak ini nantinya saat lulus tidak mengharapkan bekerja di tempat lain, tapi mereka bisa menciptakan pekerjaan dengan kemampuan masing-masing," kata Benny, Selasa (21/10/2014).
Dengan itu, ia berharap bisa menekan angka pengangguran dan berupaya agar lulusan SMA ini bisa menjadikan hobi yang menghasilkan. Bila itu bisa dijalankan, kata dia, dalam kurun waktu lima sampai enam tahun kemudian mereka bisa menjadi pengusaha.
Salah satu bentuknya, kata Benny, yaitu dengan meluncurkan program 3 in 1 pada 2015. Program tersebut mencangkup pelatihan, sertifikasi dan penempatan.
"Ini jadi peluang untuk masyarakat nantinya, bentuknya kan bisa magang. Selain itu mereka bisa menginformasikan tenaga terampil di bidang apa saja yang nantinya bisa tersalurkan.
Pihaknya pun akan membenahi cara pelatihan yang selalu dijalankan sebelumnya. Sebab, dari hasil evaluasi, pelatihan tidak begitu efektif. Hal itu yang menjadi masalah ketika Pemerintah Daerah (Pemda) mengeluarkan anggaran untuk masuk dunia kerja, namun sia-sia. (HD)