Loading...

Siapkan SDM Terlatih, Pemkot Cimahi Bentuk FKJP.

Administrator 28 September 2015 231 kali dilihat
Bagikan:
Siapkan SDM Terlatih, Pemkot Cimahi Bentuk FKJP.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat telah membentuk Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) sebuah wadah komunikasi yang memungkinkan antar stakeholders untuk saling berbagi/sharing mengenai perkembangan ketenagakerjaan, khususnya mengenai bagaimana mempersiapkan sdm yang terlatih yang nantinya akan menjadi tenaga kerja siap pakai melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja dengan adanya program pemagangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Cimahi, Drs. H. Sudiarto, SE., Ak,, dalam acara Rakor Stakeholders Ketenagakerjaan, di Aula Gedung A komp. Perkantoran Pemkot Cimahi,Senin (28/8).

"Keberadaan stakeholders ini sangat diperlukan untuk menekan angka pengangguran di kota cimahi, dengan adanya kolaborasi antar stakeholders, seperti apindo, lpk, bkk dan dinas yang membidangi ketenagakerjaan, maka informasi mengenai kesempatan kerja maupun peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat disampaikan secara tepat sasaran." ujarnya.

Sudiarto  mengungkapkan  sebagaimana di daerah-daerah lainnya, salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah Kota Cimahi adalah kurang berimbangnya jumlah angkatan kerja yang dihasilkan oleh berbagai lembaga pendidikan setiap tahunnya dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia di  kota Cimahi.Salah satu  penyebabanya adalah semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota cimahi yang mencapai angka 583.079 jiwa dengan jumlah penganggur sebesar 5,23% dari jumlah penduduk atau sekitar 31.049 jiwa (berdasarkan data disdukcapil kota cimahi tahun 2014)

“Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi oleh Pemerintah Kota Cimahi adalah kurang berimbangnya jumlah angkatan kerja yang dihasilkan oleh berbagai lembaga pendidikan setiap tahunnya dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia di  kota ini,”  kata Sudiarto dalam Sambutannya dalam acara rakor antar stakeholders dalam rangka penyiapan tenaga kerja siap pakai melalui sistem pelatihan dan penempatan tenaga kerja tingkat Kota Cimahi

Sudiarto menambahkan disamping itu, terdapat beberapa permasalahan lainnya yang menyangkut minimnya kompetensi para calon pencari kerja sehingga tidak dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan selaku penyedia lapangan kerja.

“Banyaknya penganggur di Kota Cimahi, salah satunya disebabkan oleh adanya laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi (yaitu 2,36 %), skill pencari kerja yang belum sesuai kebutuhan pasar kerja, terbatasnya lapangan kerja serta adanya beberapa perusahaan yang lock out dan kurangnya informasi pasar kerja,”  Lanjut Suadiarto 

Wakil Walikota Cimahi menyampaikan harapanya  dalam jangka panjang dengan terjalinnya komunikasi antar stakeholders ini yaitu terwujudnya konsep link and match yang bertujuan untuk memastikan bahwa dunia pendidikan dan pelatihan akan selaras dengan kebutuhan dunia kerja, serta memastikan lulusan pendidikan dan pelatihan kerja dapat diserap dunia kerja sebagaimana pernah diutarakan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI.
 
“Maka dari melalui rapat koordinasi antar stakeholders ini nantinya diharapkan dapat membantu merumuskan bagaimana menciptakan calon-calon tenaga kerja yang siap pakai secara skill, knowledge and attitude dengan tujuan bahwa kota cimahi akan menjadi kota berbasis jasa tenaga kerja yang nantinya akan dilirik dan direkrut oleh kelompok-kelompok usaha / industri baik yang ada di kota cimahi maupun yang berada di kabupaten / kota lainnya se-indonesia yang ingin mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing,”  ujar Sudiarto (Ahmad Sadli)