Loading...

Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai Ditengah Harganya yang Mahal di Kota Cimahi

Riva Adam Puteri 13 April 2026 42 kali dilihat
Bagikan:
Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai Ditengah Harganya yang Mahal di Kota Cimahi

CIMAHI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini menyebutkan, tingginya harga plastik seharusnya menjadi titik balik bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang tersebut. Sebab, plastik sejauh ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Cimahi.


"Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum bawa tumbler, belanja tidak pakai plastik," kata Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Seni (13/4/2026). 

Seperti diketahui harga semua jenis plastik di pasaran saat ini sedang mengalami kenaikan. Kondisi itu dipicu memanasnya eskalasi di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dengan Iran akibat tersendatnya bahan baku.

Pemkot Cimahi, kata dia, memang memiliki rencana untuk melakukan pembatasan penggunaan kantung plastik sekali pakai. Larangan penggunaan kantong plastik tersebut bakal dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwal) yang akan dibahas bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi.

Untuk rencana awal, kebijakan itu akan diterapkan di toko modern. Pemkot Cimahi akan menggandeng asosiasi peritel untuk menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai itu. 

"Kita akan menyiapkan Peraturan wali kotanya, kita bareng-bareng dengan Bagian Hukum. Kita dulu pernah sosialisasi ke rutel tentang hal ini, tapi kan belum mengikat karena belum ada aturan, sekarang kita akan ikat dengan aturan. Jadi kita sasaran awalnya ritel dulu," sebut Chanifah.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik yang harganya sedang mahal. Jika kebiasaan itu perlahan ditinggalkan, Chanifah meyakini bakal mengurangi produksi sampah di Kota Cimahi yang jumlahnya cukup besar disumbang dari jenis plastik.

Dari total sekitar 250 ton sampah per hari, lanjut dia, 27 persen di antaranya merupakan sumbangan dari plastik untuk semua jenis. Selain menyumbang produksi sampah, plastik juga sulit diurai karena struktur polimer sintetiknya tidak dikenali mikroorganisme. Dampaknya merusak lingkungan, termasuk pencemaran tanah, air, dan laut, serta membahayakan kesehatan manusia akibat mikroplastik dan bahan kimia berbahaya.

"Jadi ini dengan naiknya harga plastik mudah-mudahan pemakaiannya juga terus berkurang. Karena plastik ini cukup besar juga menyumbang terhadap volume sampah," pungkasnya. (Bidang IKPS)**