CIMAHI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi mengaku prihatin dengan masih banyaknya para pemuda yang terjerat narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.
Untuk itu, BNN akan terus berupaya menyosialisasikan program P4GN (Pencegahan Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika) kepada seuruh lapisan masyarakat baik kepada pelajar, tokoh masyarakat dan pemerintahan.
Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Cimahi, Lucky Sugih Mauludin mengatakan, dari target 500 orang dalam penjangkauan program rehabilitasi di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dilakukan oleh BNN Kota Cimahi, 20% dari 517 orang yang telah terjangkau merupakan pemuda Cimahi.
Itu artinya, obat-obatan dan ganja masih menjadi primadona para pemuda Cimahi yang terjangkau dalam program rehabilitasi bagi para pengguna Narkotika dan obat-obatan (Narkoba) tahun 2015.
"Tentunya kami prihatin dengan masih banyaknya generasi pemuda yang terjerat kepada narkoba, dengan rehabilitasi diharapkan sembuh," katanya, kepada pewarta, Senin (28/12).
Lucky menuturkan, mereka yang terjangkau dalam program rehabilitasi ini untuk selanjutnya akan direhabilitas di rumah-rumah sosial yang telah bekerjasama dengan pihak BNN Kota Cimahi seperti rumah Cemara, rumah Sekar Mawar, Sateria dan Pondok Anugerah.
"Mereka nanti direhabilitasi di rumah-rumah yang telah bekerjasama dengan BNN untuk lebihnya yang 17 orang diserahkan kepada BNN Provinsi," pungkasnya. (ha)