CIMAHI - Untuk membangkitkan minat baca masyarakat, sejumlah anak muda kreatif di Kota Cimahi membuka lapak perjamuan ilmu cuma-cuma pada saat gelaran Car Free Day di halaman Pemkot Cimahi setiap Minggu.
Dengan spanduk berukuran 2x1meter sebagai penanda bahwa pustaka membaca itu siap melayani mereka yag haus akan ilmu pengetahuan. Sekitar 200 judul buku digelar disana. Siapa saja yang mau membaca, tinggal jongkok dan pinjam. Semuanya gratis.
Dari kejauah, belasan anak muda itu berjejer diantara tumpukan buku-buku bekas yang dipajang tadi. Mereka memakai kaos seragam abu bertuliskan, "Karena hidup udunan. Ideolog. #ngamparboeokoe Cimahi Bogor Indramayu."
Mereka pun memberikan motivasi lewat x-banner yang berbunyi "SAYA BODOH. KAMU JANGAN! Ngampar bokoe. Ngobrol. Baca. Ngopi. Baca boekogratis setiap minggu pagi di Pemkot Cimahi."
Padahal, buku-buku yang tersaji kebanyakam sudah usang. Seperti majalah edisi lama atau buku yang dicetak dibawah tahun 1990. Meski begitu, toh masyarakat menikmatinya.
Asep Purnama (24) salah seorang pegiat di komunitas ini merasa bangga karena selain bisa nongkrong bermanfaat, juga bisa berbagi ilmu meski hanya melalui buku dan majalah bekas.
"Bisa bertemu sahabat-sahabat disini. Bisa berkumpul dan silaturahmi. Tenyata minat baca banyak masyarakat Cimahi banyak juga," katanya.
Lebih jauh dikatakannya, membaca dan berdiskusi ini adalah gerbang membuka cakrawal pengetahuan. Dan mengedukasi masyarakat lewat cara sederhana adalah paling efektif seperti yang dia dan teman-temannya lakukan.
"Dengan membaca kita bisa membuka jendela ilmu dunia. Meningkatkan minat baca ini harus massif oleh semua orang, termasuk kami ya salah satunya sebagai pemuda Cimahi," katanya.