CIMAHI - Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi mengaku yakin
di wilayahnya tidak terdapat aktivitas orgasisasi kemasyarakatan
(ormas) gerakan fajar nusantara (Gafatar) yang kini dianggap meresahkan
karena menyimpang dari ajaran agama Islam.
Kepala
Kesbang Kota Cimahi Totong Solehudin mengatakan, dari berbagai
informasi baik formal melalui struktural Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota
Cimahi maupun jaringan intel, hingga saat ini Kota Cimahi tidak ada
jaringan Gafatar yang dimaksud.
Sampai saat
ini tidak ada indikasi paham-paham yang dapat membawa disintegrasi
bangsa yang dapat memecah persatuan dan kesatuan warga masyarakat
Cimahi.
"Kewaspadaan tetap kami lakukan dengan
terus berkoordinasi di forum kerukunan yang telah terbentuk. Juga
meningkatkan komunikasi dengan organisasi yang selama ini menjadi mitra
Kesbang," kata Totong, Selasa (12/1).
Gafatar
ramai diperbincangkan setelah ditemukannya dokter muda asal Lampung, dr
Rica Tri Handayani (28) dan anaknya Zafran Alif Wicaksono yang
dilaporkan menghilang. Rica diduga menjadi korban rekrutmen Gafatar
atau ada juga yang menyebutkan nama baru yang bernama Negara Karunia
Allah Semesta Alam.
Selain dr Rica Tri
Handayani, belakangan diketahui menghilangnya seorang Pegawai Negeri
Sipil (PNS) RSUP dr Sarjito Yogyakarta secara misterius.
Setelah
itu, kini satu lagi warga Sleman yang masih berstatus pelajar kelas 1
SMA, Ahmad Kevin Aprilio juga menghilang dan belum ditemukan sampai saat
ini.