CIMAHI - Sebanyak 15 kelurahan di Kota Cimahi menggelar Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk perencanaan pembangunan
tahun 2017 mendatang. Kegiatan tersebut diikuti oleh
Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan, kader pembangunan, PKK, kader
Posyandu, Ketua RW dan RT dari masing-masing kelurahan.
Tema
pembangunan yang diusung pada tahun 2017 adalah "Pemantapan pencapaian
dan sinergitas pembangunan melalui peningkatan daya tarik dan daya saing
kota yang didukung dengan sumber daya unggul serta peningkatan kualitas
sarana prasarana kota yang berwawasan lingkungan".
Walikota
Cimahi Atty Suharti menyampaikan, Musrenbang kelurahan ini merupakan
rangkaian penting dalam penyusunan rencana pembangunan Kota Cimahi tahun
2017, sebagai tahun kelanjutan kegiatan tahun 2016.
Perencanaan
pembangunan melalui musyawarah ini sekaligus pemahaman akan pentingnya
kebersamaan yang perlu dipelihara untuk memikirkan prioritas dan
kebutuhan aksesibilitas dalam mencari sumber daya pembangunan ditingkat
propinsi dan pusat adalah kegiatan yang sangat strategi.
"Kita
bisa memulai pembahasan dan pemahaman pembangunan ini dimulai dari
tingkat kelurahan yang selanjutnya disinkron dan diintegrasikan di
tingkat kota yang sebelumnya melalui tingkat kecamatan, katanya, Kamis
(14/1).
Semua komponen masyarakat diharapkan
dapat bersinergi untuk saling memahami, saling memberi, karena semua
pada dasarnya untuk kepentingan bersama. Semua pihak harus saling
berpegangan tangan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi di Kota
Cimahi.
Dirinya mengingatkan, rencana
pembangunan yang disusun haruslah sesuai dengan rencana anggaran
pembangunan daerah, sehingga dapat menyusun prioritas yang akan
dilaksanakan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Kota Cimahi
yang secara umum terdiri dari infrastruktur kota yang sudah tidak
memadai, mengakomodasi perubahan cuaca dan pertumbuhan mobilitas
penduduk hingga masih tingginya pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.
"Maka
prioritas pembangunan Kota Cimahi pada tahun 2017 diarahkan untuk
peningkatan kuantitas dan kualitas infrastuktur kota, sarana prasarana
dan lingkungan hidup, peningkatan sarana prasarana sanitasi perumahan
dan pemukiman sampai manajemen aset daerah,"pungkasnya. (ha)