CIMAHI - Dinas Sosial Jawa Barat mempersiapkan sekitar 15 wisma untuk menampung sementara ratusan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Selama dikarantina sebelum dipunglangkan ke kampung halamannya masing-masing mereka akan diberikan mental dan pemahaman keagamaan.
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos jawa Barat, Tatang Subarna menjelaskan, institusinya akan memberikan pelayanan dan pembinaan kepada para eks Gafatar yang baru saja tiba. Segala persiapan yang dibutuhkan pun diklaim telah disediakan.
"Segala macam keperluan seperti makanan, sabun mandi, pakaian, susu untuk balita, dan berbagai keperluan untuk perempuan dan para ibu pun telah disiapkan. Susu dan sebagainya sudah ada. Persiapan ini untuk 250 orang,"katanya kepada pewarta, Selasa (26/1/2016).
Karantina dilakukan untuk memberikan pembinaan sebelum kembali ke kampung halamannya masing-masing. Jadwal untuk pembinaan para eks Gafatar pun sudah disiapkan. Sehingga, seluruh eks Gafatar ini bisa mengikutinya sesuai arahan dari pekerja sosial yang didatangkan.
Terkait sikap mantan anggota Gafatar yang menolak untuk dikembalikan ke kampung halaman. Pihaknya memberikan alternatif antara lain apabila mereka memang tidak mau pulang ke tempat asal maunya kemana.
Saat ini mereka masih dalam tahap assesment. Dari tahap tersebut, akan diketahui keinginan eks Gafatar seperti apa agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
"Pemerintah pasti memfasilitasi kalaupun nanti mereka tidak mau, ya berarti kita harus ikut koordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini dinas transmigrasi," paparnya. (ha)