CIMAHI - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau langsung kondisi
para eks gafatar yang tengah menjalani pembinaan di wisma-wisma Balai
Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinas Sosial Jabar di Cibabat,
Kota Cimahi, pada Jumat (29/1).
Aher sapaan akrab gubernur
mengungkapkan, bahwa bimbingan yang diberikannya berupa keagamaan
termasuk juga bekal supaya mereka bisa bertahan hidup sehari-hari.
Dirinya, telah meminta kepada dinas terkait untuk memberikan pelayanan
kepada eks Gafatar asal Jabar yang dibina di Dinsos.
"Masyarakat
pun harus menerima mereka seperti sebelumnya. Kita akan ayomi dan
layani mereka dengan baik," katanya, kepada pewarta.
Menurutnya,
pada tahun ini Jabar mendapatkan kuota untuk program transmigrasi
sebanyak 200 orang. Untuk itu, pihaknya pun akan mendata siapa di antara
mereka (eks Gafatar) yang mau transmigrasi.
Para anggota eks
Gafatar harus dipastikan tidak lagi mengalami trauma saat dipulangkan ke
kampung halamannya masing-masing. Soal lamanya waktu, bagi dia, tidak
terlalu masalah.
Aher menegaskan, proses karantina akan usai
apabila persoalan keagamaan dan mentalitasnya sudah tertangani dengan
baik, pihaknya pun akan segera memulangkan.
"Saya kira enggak harus ada target waktu. Berapa waktu pun enggak ada masalah," ujar dia. (ha)