CIMAHI - Untuk menekan angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Cimahi masih akan mengandalkan jurus pengasapan alias fogging. Sejauh ini, hanya upaya tersebut yang diangga mampu disamping upaya preventuif 3M.
Petugas Programer DBD Dinkes Cimahi, Eka Febriana menuturkan, fogging bisa dilakukan di setiap kelurahan apabila telah ditemukan adanya kasus DBD. Aparat kewilayahan bisa mengajukannya ke Dinas Kesehatan setempat.
"Fogging dilakukan jika dalam penyelidikan ada kasus DBD. Jadi tidak setiap daerah di fogging," katanya, kepada pewarta, Rabu (3/2).
Menurutnya, sejak awal tahun 2016 di wilayah Cimahi kasus DBD tercatat 49 orang. Dari 49 orang ini, 2 orang diantaranya meninggal dunia.
"Mereka yang meninggal karen korban terlambat penanganan dimana baru dibawa ke rumah sakit setelah parah," ujarnya.
Dijelaskan Eka, pihaknya terus mengantisipasi agar bisa meminimalisir korban kedepannya. Salah satunya dengan kembali menggalakan program 3M (Mengubur, Menutup, Menguras).
"Kita terus menggalakkan 3M dan menghimbau agar masyarakat menjaga kebersihan," pungkasnya. (ha)