CIMAHI - Guna meminimalisir banyaknya buruh yang menjadi korban
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh sejumlah perusahaan yang ada di
Cimahi, Walikota Cimahi Atty Suharti kembali menegaskan kepada
stakheholders agar kembali menggenjot program pembangunan Sumber Daya
Manusia (SDM).
Hal itu disampaikan orang
nomor satu di Cimahi saat dimintai komentarnya mengenai adanya PHK
terhadap 100 orang pekerja yang disampaikan oleh Serikat Pekerja
Nasional (SPN) oleh perusahaan manufaktur di Cimahi.
"Kan
dari awal Cimahi itu titik tekan pembangunannya adalah SDM. Kenapa ada
technopark? Ini salah satu untuk mendukung terhadap kreatifitas
masyarakat,"katanya, kepada pewarta, Kamis (11/2).
Lebih
lanjut dirinya menganggap perlu mengkonfirmasi ulang mengenai kebenaran
PHK tersebut dengan memerintahkan instansi terkait untuk turun ke
lapangan. Meski begitu, dirinya tidak terlalu kaget dengan adanya
informasi PHK tersebut.
Kondisi tersebut tidak
hanya terjadi di Cimahi. Diperkirakan, kencangnya tiupan badai PHK
karena perusahaan melakukan efisiensi setelah terkena imbas gejolak yang
terjadi di Timur Tengah. Akibatnya, produk-produk garmen dan tekstil
menumpuk di gudang-gudang perusahaan.
"Jadi mungkin ini saya mendengar dari situasi ekonomi global yang mempengaruhi," ujar Atty.
Diakui
Atty, Kota mungil ini tidak pernah lepas dari berbagai permasalahan
yang ada. Semakin banyaknya pekerja yang di PHK, maka semakin banyak
pengangguran yang ada. Kondisi tersebut diperparah dengan melesatnya
angka urbanisasi. (ha)