CIMAHI.- Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Cimahi menggelar rapat
kerja daerah di gedung Arhanud Jln. Sriwijaya Kota Cimahi, Jumat
(12/2/2016). Hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat
di bidang kerja meliputi pertumbuhan penduduk, pemberdayaan masyarakat,
kesetaraan gender, keluarga dan remaja.
Rapat kerja dibuka Wali Kota
Cimahi Atty Suharti didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto, dihadiri
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Alma Lucyati, Kepala
BKKBN Jabar Sugilar, Kapolres Cimahi Ade Ary Syam Indradi. Peserta
kegiatan sebanyak 1.000 orang dari perwakilan kelurahan-kecamatan,
organisasi kepemudaan, dan wakil masyarakat.
Wali Kota Cimahi Atty
Suharti mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan
kapasitas masyarakat. "Sumber daya manusia sebagai modal pembangunan di
Kota Cimahi, ini harus kita tingkatkan kualitasnya," ujarnya.
Salah
satu hal yang disorot yaitu tingginya jumlah penduduk Kota Cimahi.
Program Keluarga Berencana perlu didorong agar partisipasi masyarakat
meningkat. "Berharap bahwa masyarakat mau ikut program KB secara
mandiri. Oleh karena itu sangat penting bagaimana mensilaturahmikan
seluruh komponen di Kota Cimahi agar memahami pentingnya meningkatkan
partisipasi KB," ucapnya.
Berdasarkan database kependudukan
Kota Cimahi, pada bulan Desember 2015 jumlah penduduk kota cimahi
mencapai 594.154 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar
1,66%. Dengan kepadatan yang tinggi , ruang terbuka tidak ada ,
sepertiga wilayah cimahi adalah industri, memungkinkan rentan terhadap
konflik sosial dan kondisi kesehatan masyarakat terutama penyakit
menular dan yang disebabkan pencemaran .
Tak hanya itu, raker juga
turut membahas progres kualitas kesehatan, pemberdayaan masyarakat,
pendekatan keluarga, remaja, dan anak. "Agar nantinya terwujud keluarga
yang berkualitas," tuturnya.
Dengan kondisi demografi
seperti itu , memberikan gambaran bahwa modal membangun kota cimahi
adalah sumber daya manusia, terlebih usia produktif menjadi andalan
untuk pertumbuhan ekonomi kota.
Program kerja yang disusun
dalam raker harus sesuai dengan tema pembangunan kota cimahi tahun 2016
yaitu "Penguatan sumberdaya lokal yang didukung oleh sinergitas antar
sektor dan wilayah untuk peningkatan kualitas dan pemerataan
pembangunan".
"Sangat strategis para kader kumpul, bersama
dengan akademisi dan para tokoh agama dan tokoh lainnya untuk saling
berkontribusi dalam menyusun kegiatan pemberdayaan masyarakat termasuk
kegiatan pengendalian pertumbuhan penduduk berkaitan dengan keterbatasan
lahan," tuturnya. (RR).