CIMAHI.- Fenomena perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan
Transgender (LGBT) saat ini mencuat dengan kemunculan sejumlah komunitas
pro-LGBT. Wali Kota Cimahi Atty Suharti berharap komunitas tersebut tak
muncul di Kota Cimahi agar masyarakat tak terpengaruh.
"Selama ini belum pernahmendengar terkait keberadaan komunitas LGBT di Cimahi. Mudah-mudahan di Cimahi sebagai kota agamis tidak ada,” katanya, saat ditemui di Gedung Arhanud Jln. Sriwijaya Kota Cimahi, Jumat (12/2/2016).
Perilaku LGBT yang menyimpang dari norma agama maupun norma sosial itu memang agak sulit terdeteksi karena pengaruhnya
datang dari berbagai penjuru. "Kelihatannya digempur dari berbagai arah,” ujarnya.
Apalagi,
sejumlah aplikasi di media sosial menggunakan sejumlah simbol yang
berbau LGBT. Misalnya, fitur foto profil Facebook berwarna pelangi
identik dengan simbolisasi kaum gay, ada juga ikon di media sosial Line
bergambar dua pria bermesraan. "Gunakanlah media sosial yang sehat,
sesuai dengan norma agama dan budaya kita," ucapnya.
Untuk
meminimalisasi pengaruh LGBT tersebut, peran seluruh elemen masyarakat
sangat dibutuhkan. Pasalnya, selama ini faktor lingkungan menjadi
penyebab utama munculnya perilaku menyimpang. “Memang penguatan dalam keluarga dan lingkungan harus ditingkatkan," katanya.
Komentar juga datang dari Ketua Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja dan Mahasiswa Kota Cimahi, Naufal Fadlurahman. Prnyimpangan tren LGBT di Cimahi sudah ada, namun para pelaku sembunyi-sembunyi. “Kasus di lapangan banyak, belum menemukan komunitasnya," katanya.
Menurutnya, merebaknya prilaku LGBT tersebut bisa terjadi dimana saja. “Mulai dari sekolah sampai lingkungan umum," ujarnya.
Naufal menyarankan, untuk semua kalangan, khususnya remaja agar tidak mudah terdoktrin terhadap hal-hal yang sekiranya negatif.
“Lebih banyak tertarik dengan hal-hal positif seperti organisasi,” katanya. (RR)