CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi berusaha terus mengentaskan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Cimahi. Tahun 2016, disiapkan kuota bantuan perbaikan rutilahu sebanyak 150 unit yang akan disebar di 15 kelurahan.
Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, setiap tahun Pemkot Cimahi menyiapkan program bantuan rehabilitasi rutilahu. Kondisi di lapangab, permohonan rutilahu banyak tapi anggaran terbatas.
"Kita berupaya memenuhi keinginan masyarakat meski anggaran terbatas. Kami upayakan bantuan tersebut membuat warga aman dari hujan, panas, dan reruntuhan," ujarnya.
Jika perbaikan belum sempurna, lanjut Atty, diharapkan masyarakat sekitar memberikan bantuan sehingga pembangunan dilakukan secara swadaya. "Mohon masyarakat sekitar membantu agar rutilahu bisa ditempati dengan nyaman," tuturnya.
Hal serupa diungkapkan Kabid. Permukiman dan Perumahan Dinas PU Kota Cimahi Febri Ratmoko. "Bantuan rutilahu hanya stimulan saja, bukan berarti merehab semua bagian rumah," katanya.
Tahun 2016 kuota rutilahu sebanyak 150 unit dibagi seluruh kelurahan. "Nilai bantuan Rp 15 juta perunit sudah termasuk upah dan diberikan ke masyarakat dalam bentuk material. Anggaran kami salurkan lewat Kasi Ekonomi Pembangunan tiap kelurahan, teknis perencanaan dikerjakan Dinas PU," ucapnya.
Dengan program bantuan tersebut, jumlah rutilahu di Kota Cimahi setiap tahun kian menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rutilahu ada sebanyak 4000 rumah di tahun 2014. Sementara tahun 2015 berkurang menjadi 3400 rumah.
Pihaknya mengklaim, berkurangnya jumlah Rutilahu karena bantuan untuk program Rutilahu selalu dianggarkan.
”Memang Rutilahu di Cimahi semakin berkurang setiap tahunnya, karena selalu ada bantuan untuk program perbaikan Rutilahu, dan memang ada anggarannya,” katanya.
Diakui Febri, pengajuan rutilahu mencapai ratusan unit. Namun, pihaknya tidak bisa sembarangan menyalurkan bantuan karena harus melalui prosea verifikasi data dan lapangan.
Apalagi, sesuai aturan, penerima bantuan rutilahu harus tercantum pada APBD by name by address. "Tahun kemarin banyak yang tidak dilaksanakan karena proposal masuk pada tahun berjalan. Tahun ini mudah-mudahan semua kuota terlaksana karena proposal sudah tercantum," pungkasnya. (RR).