CIMAHI.- Wali Kota Cimahi Atty Suharti beserta jajaran melakukan kunjungan ke workshop In
donesian
Bamboo Community (IBC) di Jln. Melong Asih Kelurahan Melong Kec. Cimahi
Selatan Kota Cimahi, Rabu (17/2/2016). Hal itu dilakukan dalam rangka
memberi dukungan untuk event internasional bertajuk "Bamboo Fiesta" pada
29 April - 1 Mei 2016 mendatang di Kota Cimahi."Kami
pasti akan support agar penyelenggaraan lancar. Ini kan event
internasional yang membanggakan kota," ujarnya usai kunjungan.
Wali
Kota mengatakan bentuk bantuan yang diberikan hanya berupa perizinan dan
fasilitas tempat pendukung event. Pasalnya bantuan berupa anggaran
belum bisa dilakukan terkait skala prioritas.
"Anggaran kami
terbatas. Dan kami juga mempertimbangkan skala prioritas untuk
masyarakat dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,"
imbuhnya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan langkah IBC yang
memproduksi alat musik dari bambu secara mandiri tanpa mengandalkan
bantuan pemerintah ditiru oleh pelaku industri kreatif lainnya.
"Tanpa
bantuan mereka dengan mandiri menghasilkan sesuatu yang baik. Produknya
sudah menembus pasar internasional. Mereka dengan keterbatasan mampu
menampilkan potensinya untuk dikenal secara luas," ujarnya.
IBC akan
menyelenggarakan festival skala internasional bertajuk Bamboo Fiesta
dengan nuansa budaya dan muktikultural. Disajikan berupa konser musik,
pagelaran seni tari, teater dan pertunjukan lain, dalam acara tersebut
rencananya diikuti oleh penampil dari 5 negara, dan 9 provinsi di
Indonesia.
Ketua IBC Adang Muhidin mengatakan kunjungan
walikota merupakan momen yang ditunggu. "Momen ini yang ditunggu, karena
Bu wali jadi bisa mengenal tentang IBC dan potensinya," ujarnya.
Adang
bersyukur festival yang direncanakan mendapat dukungan
pemerintah. "Bantuan berupa perizinan memang diperlukan. Tidak masalah
jika tidak berupa anggaran. Mudah-mudahan dengan bantuan perizinan yang
dijanjikan Pemkot tempat bisa dengan segera terealisasi," imbuhnya.
Untuk
penampil, grup musik dari 9 Provinsi sudah pasti hadir. "Sementara
penampil dari luar negeri sudah pasti dari 3 negara, yaitu Jepang
Vietnam, dan Filipina, 2 negara lain India dan Taiwan masih dalam
pembicaraan," pungkasnya. (RR)