CIMAHI.- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penilaian Adipura 2016 dilakukan tim dari pemerintah pusat lebih cepat sejak awal tahun. Hal itu membuat Pemkot Cimahi melakukan persiapan sejak dini agar bisa mempertahankan Anugerah Adipura yang diraih tahun 2015 lalu.
Pada Kamis (18/2/2016), Pemkot Cimahi menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Adipura di Aula Gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. Peserta rakor terdiri dari masyarakat, pengelola sekolah, wakil perkantoran, hingga jajaran pusat pendidikan militer yang markasnya menjadi titik pantau penilaian Adipura.
Dalam rapat koordinasi tersebut turut hadir sebagai pembicara dari
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Vie Katrin S,. Sos,. M. Si. dan Nugroho Widiarto, ST. M. Si. dari PPE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regional Jawa Barat yang memberi penjelasan soal kriteria penilaia Adipura.
Walikota Cimahi, Atty Suharti mengatakan, koordinasi dilakukan sebagai persiapan penilaian Adipura. "Cimahi sudah meraih Adipura untuk lima kali. Butuh kesepahaman yang sama agar bisa mempertahankan penghargaan paling tinggi dibidang kebersihan tersebut," ujarnya.
Dengan percepatan penilaian, membuat pihaknya harus melakukan persiapan sejak dini dan harus gencar memberikan pemahaman seluruh lapisan masyarakat. "Adipura harus menonjolkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan penataan lingkungan. Karena itu, saya harap masyarakat mau berkontribusi,” ucapnya.
Atty mengklaim, pihaknya sudah berusaha keras untuk mengajakmasyarakat menjaga kebersihan.
“Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan Adipura. Daripengalaman yang lalu yang sudah kita lakukan harus ada upaya tambahan agar nilai meningkat,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Sri Nurul Handayani, mengatakan, penilaian awal (P1) Adipura sudah akan dilakukan pada akhir Februari-awal Maret,” ucapnya.
Dijelaskan Nurul, jika Kota Cimahi lolos dalam penilaian Tahap 1, maka sekitar bulan Maret-April akan diverifikasi beberapa kali oleh pusat. Setelah itu, sekitar bulan Mei akan dilakukan ekspose oleh kepala daerah dan pada peringatan Hari Lingkungan sekitar Juni sudah diumumkan.
"Senentara ini jumlah titik pantau tetap, tapi penilaian akan berlangsung menyeluruh dalam satu kawasan. Itu harus kita siapkan," tuturnya.
Kota Cimahi mendapat penghargaan Adipura tahun 2015 kategori sedang. Penghargaan tersebut menjadi kali kelima diterima Kota Cimahi karena sebelumnya pada tahun 2009, 2010 2012 dan 2013, Kota Cimahi meraih penghargaan serupa.
Disinggung inovasi yang sudah dilakukan terkait lingkungan, pihaknya sudah membuat bank Sampah Induk Cimahi (Samici). Bank yang berlokasi di Padasuka tersebut mempunyai banyak nasabah dan bisa mengatasi permasalahan sampah sampai 20 % di wilayah tersebut.
"Bahkan kami akan mengembangkan hal serupa di wilayah lain di Cimahi," jelasnya.
Selain Bank Samici, lanjut Sri, program gerakan bersih juga di setiap kelurahan. Pihaknya juga melakukan pengelolaan TPA bersama kota Bandung.
"Semua program tentang kebersihan dari Pemerintah Kota Cimahi, tidak akan berjalan tanpa peran masyarakat. Terlebih semua program yang dirumuskan bertujuan untuk kepentingan masyarakat. (RR)