Loading...

Cimahi Idealnya Memiliki 19 e-Warung

Administrator 11 Oktober 2016 117 kali dilihat
Bagikan:
Cimahi Idealnya Memiliki 19 e-Warung
CIMAHI - Kota Cimahi diminta membentuk 19 layanan Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama (E-Warong KUBE) oleh Kementerian Sosial RI. Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan pelayanan terhadap 8.800-an penerima raskin.

"Kalau di Cimahi ada 8.800-an penerima raskin (beras sejahtera), sebaiknya didirikan 19 e-warung,” kata Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan e-warung di Jln. Sukarasa, Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi, Selasa (11/10/2016).

Kota Cimahi merupakan satu dari 44 Kanupaten/Kota yang ditunjuk Kemensos untuk menerapkan program e-warung. E-warung yang baru saja diresmikan merupakan kota ke-25 dari total 65 e-warung yang yang ada.

Secara nasional, kata Khofifah, Kemensos menargetkan 302 e-warong di tahun 2016 ini. Sedangkan tahun 2017 mendatang, pihaknya menargetkan 3.000 e-warong.

Dijelaskan Khofifah, di e-warong tersedia berbagai kebutuhan pangan. Dulunya, kebutuhahan pangan tersebut berupa raskin dan sekarang dikonversi menjadi bantuan pangan non tunai.

Nantinya, lanjut dia, masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pangan di e-warong harus menggunakan voucher elektronik (e-voucher) yang sudah disediakan Kemensos untuk masyarakat yang memang terdaftar dalam Keluarga Sejahtera (KS).

"Di e-warung mereka bisa menukarkan gula, minyak goreng, tepung. Diluar itu tidak bisa menggunakan kartu ini (e-voucher)," ujarnya.

Untuk ketersediaan barang di e-warung, terang Khofifah, akan disediakan oleh Bulog. Selain itu, e-warung juga membuka lebar bagi para petani untuk menitipkan hasil bertaninya di e-warung untuk dijual dengan harga yang terjangkau.

Untuk bantuan pangan non tunai menggunakan e-voucher, Kemensos menganggarkan Rp 110.000/bulan. Sedangkan untuk program PKH, Kemensos menganggarkan Rp 900.000-3.000.000, tergantung jumlah orang dalam keluarganya.

Untuk memuluskan program e-warong menggunakan e-voucher, Kemensos menggandeng Bank Nasional Indonesia (BNI) sebagai fasilitator.