Loading...

Disdik Akan Kaji Rasio Jumlah Guru-Murid

Administrator 17 Oktober 2016 329 kali dilihat
Bagikan:
Disdik Akan Kaji Rasio Jumlah Guru-Murid
CIMAHI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi akan melakukan kajian lebih mendalam mengenai kebutuhan guru SD di Cimahi, termasuk mengukur rasio guru berbanding murid saat ini. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrawahan mengatakan, kajian tersebut untuk mengetahui rasio antara jumlah guru dan jumlah siswa saat ini.

"Idealnya itu saya kira satu guru berbanding 27 siswa. Sekarang belum seperti itu," katanya, kepada pewarta, Jumat (14/10/2016).

Satu hal yang pasti, pendidikan dasar di Cimahi membutuhkan sekitar 350 tenaga pengajar. Meskipun begitu, dia mengklaim ketersediaan guru di setiap sekolah dasar tidak mengalami ketimpangan.

Dengan menimbang kebutuhan guru SD yang sangat besar itu, Dikdik berharap pemerintah pusat segera mengakhiri moratorium pegawai negeri sipil, khususnya untuk guru. 

Menurut dia, kebutuhan 350 guru di tingkat SD itu berdasarkan hasil kajian dini yang dilakukan Disdikpora. Kekurangan guru itu berlaku di seluruh SD yang ada di Cimahi, baik sekolah negeri maupun swasta. 

"Untuk seluruh SD di Cimahi, secara akumulatif kami kekurangan sekitar 350 guru. Di Cimahi ini total ada 124 SD," ujarnya.

Soalnya, lanjut dia, kekurangan guru di Cimati tak serta merta bisa disiasati dengan merekrut guru honorer, mengingat pendanaan yang dimiliki sekolah negeri terbentur oleh aturan pemerintah. Lain halnya dengan sekolah swasta, yang jika memiliki dana yang mencukupi bisa bebas merekrut tenaga pengajar.

"Memang ada beberapa sekolah yang berinisiatif merekrut guru honorer, tapi kebanyakan sekolah masih mengandalkan kepada sumber pendanaan yang diatur di dalam BOS. Maksimal 15% masih boleh," katanya.

Pada jenjang SMP dan SMA sederajat, menurut Dikdik, kekurangan tenaga pengajar tidaklah terlalu signifikan. Meskipun begitu, hal tersebut tetap perlu perhatian. 

"Kami harus tetap evaluasi, karena berbicara kekurangan guru kan kita sudah lama melakukan moratorium. Sudah lama kami tidak melakukan rekruitmen," pungkasnya.