CIMAHI - Untuk mengatasi persoalan banjir yang biasa menyergap wilayah RW 02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Dinas Pekerjaan Umum telah menetapkan strategi untuk menuntaskan persoalan banjir rutin di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi, Achmad Nuryana mengatakan, salah satu solusi yang akan digarapnya adalah dengan membuat cekungan penampung air atau embung. Upaya tersebut tentu saja merupakan alternatif sebagai upaya untuk mengantisipasi apabila penanganan banjir oleh Badan Besar Wilayah Sungai (BBWS) urung direalisasikan.
"Sejauh ini kami masih tetap berpegang pada konsep penanganan BBWS. Konsep pertama, BBWS, kedua kita membuat embung,” katanya kepada pewarta, Selasa (18/10).
Menurut Achmad, Detail Engineering Design (DED) oleh BBWS sendiri mengenai penanganan banjir melong sudah tuntas. Tapi, sambil menunggu realisasinya, Dinas PU Kota Cimahi sudah menyiapkan alternatif embung tersebut.
Permasalahan banjir Melong sendiri sebetulnya sudah ditengahi oleh pemerintah pusat melalui BBWS. Pasalnya, penyebab banjir di sana berbatasan langsung dengan Kab Bandung.
Alternatif penanganan banjir menggunakan embung rencananya akan diapimplementasikan 2017. Diakui Achmad, pembuatan embung juga terdapat beberapa permasalahan, yakni seputar lahan. Karena, beberapa lahan disekitar Melong sudah dikuasai oleh salah satu perusahaan dan sudah menjadi milik masyarakat sekitar.
"Dengan kata lain penyelesaian masalah ini akan berjalan dengan baik apabila ada keterlibatan perusahaan setempat dan warga masyarakat yang memang banyak menguasai lahan," ujarnya.