CIMAHI - Sekalipun Kota Cimahi telah dinyatakan bebas dari penyakit kaki gajah atau filariasis, Dinas Kesehatan (Dinkes) masih perlu mewaspadainya terhadap kemungkinan penyakit tersebut kembali diderita warga. Pasalnya, penyakit bersifat menular.
Programer Filariasis Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Eka Febriana mengakui, baru-baru ini pihaknya mendapatkan warga yang memiliki penyakit mirip kaki gajah. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata itu bukan penyakit gajah.
"Kasus filariasis di Cimahi belum ditemukan lagi. Memang ada beberapa kasus yang mirip, setelah diperiksa bukan filariasis. Hanya pembengkakan biasa saja," katanya, kepada pewarta, Rabu (19/10).
Penemuan penyakit mirip kaki gajah tersebut terjadi pada tahun 2010 lalu. Tapi, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bukan terkena penyakit filariasis. Kemudian, awal 2015 lalu pihaknya juga melakukan pengecekan di Kelurahan Cibabat dan hasilnya negatif.
Pemeriksaan atau pengecekan untuk mengetahui penyakit tersebut, terang Eka, harus dilakukan secara menyeluruh di suatu lingkungan. Kemudian, pengecekannya harus dilakukan tengah malam dan diujung jari tangan.
"Kita akan periksa kalau sudah suspect, minimal pemeriksaan atau cek satu lingkungan. Pemeriksaan darah diujung jari harus tengah malam karena cacing micropiradia akan berada di tepi tubu, jari tengah," ujarnya.
Dijelaskan Eka, pengecekan yang dilakukan biasanya tidak langsung keluar hasilnya. Pasalnya, hasil pengecekan tersebut harus diperiksa terlebih dahulu di laboratorium yang sudah terakreditasi.
Filariasis biasanya berasal dari gigitan nyamuk jenis culex. Jika nyamuk tersebut mengggigit secara terus menurus orang yang berbeda, maka potensi penyebaran filariasis akan tinggi. Sedangkan gejala awal jika seseorang terkena penyakit filariasis biasanya terkena gejala demam mendadak, bengkak, nyeri dan peradangan pada kelenjar getah bening.
Perihal pencegahan, penyakit kaki gajah biasanya tergantung dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah. Kemudian, diharuskan menghindari. Diri dari serangan gigitan nyamuk menular.
"Membersihkan tanaman air yang ada pada rawa-rawa yang merupakan salah satu tempat perindukan nyamuk, kemudian menimbun, mengeringkan serta mengalirkan air genangan, membersihkan semak-semak yang ada di sekitar rumah," paparnya.