CIMAHI - Pemkot Cimahi melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penghijauan di lahan kritis terutama wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU).
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Ade Ruhiyat mengatakan, penghijauan yang dilakukannya baik secara gebyar maupun sesuai kebutuhan masyarakat. Penanaman secara gebyar artinya penanaman pohon secara besar-besaran yang dilakukan setiap tahun bersama instansi-instansi seperti Kodim dan sekolah.
"Sedangkan kebutuhan masyarakat artinya penanaman pohon yang memang diperuntukan seseuai kebutuhan masyarakat. Biasanya ada masyarakat yang meminta pohon, lalu ditanam di halaman rumahnya," katanya, kepada pewarta, Selasa (1/11).
Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam berbeda-beda. Ada yang kategori buah-buahan, seperti buah mangga dan buah rambutan. Sedangkan kategori pohon keras mayoritas pihaknya menanam pohon jenis mahoni.
Menurutnya, sepanjang tahun 2015, KLH telah melakukan penanaman pohon sebanyak 8.438 pohon. Angka tersebut belum ditotalkan dengan penanaman gebyar yang dilaukan bersama unsur TNI, SKPD dan sekolah.
Selain ditanam di lahan kritis seperti di wilayah utara kota, pohon juga ditanam di area seperti sekolah, hutan kota, sekitaran pabri-pabrik dan di pelataran rumah warga yang biasanya meminta langsung kepada KLH.
"Setiap tahunnya ada pengurangan (penanaman pohon) karena lahan kritisnya berkurang," kata Ade.
Perihal pemeliharaan, lanjut Ade, itu menjadi tupoksi dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cimahi. Tapi, kata dia, KLH akan mengidentifikasi seluruh pohon yang ada di Kota Cimahi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pohon yang sudah menua yang tentunya gampang tumbang terkena angin dan hujan deras.
"Kami sedang identifikasi setiap pohon yang ada di pinggit jalan, terutama jalan protokol seperti jalan Gatot Subroto dan jalan Sudirman," kata Ade.