CIMAHI - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi menggelar Public Awarness Pangan Asal Hewan di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Selasa (22/11/2016).
Kepala Bidang Peternakan dan Ketahanan Pangan Diskopindagtan Kota Cimahi, Mita Mustika menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai daging ayam segar dan yang sudah dicampur bahan kimia,
"Kami ingin masyarakat lebih jeli lagi dan cermat dalam memilih daging yang baik serta sehat untuk dikonsumsinya," kata Mita kepada pewarta.
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh ratusan peserta. Mereka dilibatkan dalam menguji untuk membedakan ayam yang baik dan tidak sehat bersama BMSPH (Balai pengujian mutu dan sertifikasi produk hewan) Jawa Barat.
Terlihat pula sampel beberapa daging yang dimasukan ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi destilasi water untuk menguji kandungan formalin dan bahan kimia lain.
"Para peserta diberitahu cara membedakan makanan segar dan yang busuk atau yang sudah dicampur bahan kimia dengan langsung menguji melalui serangkaian tes," katanya.
Perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, drh. Endang Purwiyanti mengungkapkan, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pangan sehat masih kurang. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang belum bisa membedakan antara daging segar dan daging yang sudah dicampur bahan kimia.
"Masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai pangan yang baik, terutama daging ayam atau sapi. Mana yang segar dan mana yang sudah dilakukan proses kimia seperti formalin, atau bahkan ayam suntik dan tiren (bangkai)," ucapnya.
Ada beberapa ciri-ciri yang jelas untuk membedakan mana daging ayam sehat dan daging ayam yang tidak sehat yang berbahaya bagi tubuh. Ayam yang berformalin, bisa diperhatikan bagian kulit ayam tersebut.
"Jika setelah dicubit bagian kulit ayam tersebut tidak kembali ke bentuk semula atau terlihat kaku, maka disarankan untuk tidak membelinya," imbuhnya.
Sedangkan, ayam suntik atau ayam yang diberikan air melalui suntikan dengan tujuan menambah berat daging, masyarakat bisa memperhatikan di bagian dada atau paha ayam ada bekas suntikan.