CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi akan lebih menitik beratkan pendampingan terhadap pelaku usaha di klaster telematika dan animasi.
Kepala Diskopindagtan Kota Cimahi Adet Chandra Purnama menjelaskan, sekalipun pihaknya lebih fokus pada telematika dan animasi, tidak berarti sektor industri lain, seperti fashion, kuliner dan craft bukan berarti dianaktirikan.
Konsep dari beragam industri tersebut nantinya disiapkan pola inkubator dan akselerator. Inkubator merupakan pendampingan bagi pada pelaku usaha dengan kategori start up. Sementara untuk akselerator diperuntukan bagi UKM yang sudah ada.
"Kami memang fokus ke industri telematika dan animasi, tapi bukan berarti yang lain dibisarkan. Kan ada porsinya. kemarin juga kita gali pelaku usaha fashion, mamin, craft, tapi konsepnya berbeda," kata Adet, kepada pewarta, Senin (28/11).
Untuk memaksimalkan keberadaan Cimahi Technopark yang berkaitan dengan target kegiatan pendampingan dan akselerasi pelaku UMKM berjalan efektif pada tahun 2017, pihaknya melakukan roadshow ke 18 SMK di Kota Cimahi.
Sosialisasi dengan mendatangi lokasi ke sekolah-sekolah ia nilai lebih efektif dibandingkan dengan mengundang ratusan tamu dalam sebuah seminar.
Disinggung pemilihan SMK sebagai sasaran di tahun ini, Adet menjelaskan hal itu tidak terlepas dari tujuannya menjaring ide dari para remaja. Setelah selesai dengan SMK, pihaknya akan melanjutkan sosialisasi ke SMA dan perguruan tinggi.
"Kami coba menggali minat dan ide anak muda untuk tahu apa yang mereka inginkan. Bangunan (Tecnopark) sudah dibuatkan, untuk mengisinya tentu harus maksimal," paparnya.