CIMAHI - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi menargetkan pengisian jabatan untuk lima SOPD di lingkungan Pemkot Cimahi melalui seleksi terbuka atau open bidding akan dilakukan pada triwulan pertama 2017.
Seperti diketahui, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi Informatika Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Inspektorat belum memiliki pimpinannya masing-masing.
Kepala BKD Cimahi Harjono mengungkapkan, apabila melihat kesiapan anggaran, kegiatan tersebut sudah bisa dijalankan pada Januari atau Februari. Jauh lebih penting lagi pengisian jabatan tersebut harus segera dilakukan.
"Inspektorat kosong karena kepala sebelumnya masuk pensiun. Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan akan berakhir masa Jabatan Tinggi Pratama (JTP) juni nanti. Kadinkes itu sudah 4 tahun 8 bulan. JTP itu maksimal menjabat 5 tahun," kata Harjono kepada pewarta, Selasa (17/1).
Posisi pimpinan Dinas Kesehatan saat ini dipegang oleh Pratiwi. Apabila yang bersangkutan ingin kembali menduduki posisi yang sama, maka yang bersangkutan harus mengikuti seleksi terbuka. Kecuali dia dimutasi ke tempat lain.
Dikatakan Harjono, pengisian sejumlah pimpinan dinas tersebut diatas harus sesegera dilakukan. Sebab, dinas yang notabenenya baru tersebut harus segera menyusun rencana ke depan.
"Memang ada sekretaris, tapi lebih bagus lagi kalau ada yang memimpin langsung," ujarnya.
Saat ini, lanjut Harjono, pihaknya terlebih dahulu akan meminta petunjuk Pejabat Pembina Kepegawaian, yakni Plt, Wali Kota Cimahi, Sudiarto. Perihal persyaratan, tidak akan jauh berbeda dari seleksi terbuka sebelumnya. Seperti syarat administrasi, kompetensi, golongan dan lain-lain.
Soal kompetensi dan kemampuan, setiap dinas pastinya memiliki spesifikasi tersendiri. Dia mencontohkan, Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga tentunya memiliki kriteria tersendiri.
"Kalau kompetensi bidang dan managerial masing-masing kan beda," pungkasnya.