Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Cimahi bekerjasama dengan Kodim
0609/Kab. Bandung menggelar gerakan memanam padi serentak terkait Upaya
Khusus Padi Jagung dan Kedelai
(Upsus Pajale) di RW 18 Kel. Leuwigajah Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi,
Selasa (21/3/2017). Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan
hasil produksi di Kota Cimahi dan berkontribusi untuk swasembada pangan
nasional tahun 2017.
Plt.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Cimahi Huzen Rachmadi
mengatakan, meski lahan pertanian di Kota Cimahi terbatas namun ingin
berkontribusi dalam Upsus Pajale sesuai program Kementrian Pertanian.
"Dalam rangka mempercepat swasembada pangan, semua daerah agar
berkontribusi termasuk Cimahi," ujarnya.
Lahan
pertanian yang tersisa di Kota Cimahi seluas 137,14 hektar. Dengan
berbagai upaya, terjadi peningkatan produksi beras di Cimahi dari semula
per hektar 6,5 ton gabah kering giling (GKG) menjadi 6,7 ton GKG.
"Secara
produktivitas mencukupi, dari angka rata-rata provinsi sebanyak 5,4 ton
GKG per hektar sudah cukup melampaui," imbuhnya.
Di
wilayah tersebut akan ditanam padi varietas jejer legowo pada lahan
seluas 5,2 hektar. Sedangkan untuk jagung dan kedelai kebanyakan
masyarakat menanam di lahan pekarangan.
"Upsus
Pajale sangat didukung jajaran TNI. Mereka mendorong peningkatan
kualitas produksi sehingga sesuai standar serapan oleh Bulog dan bisa
dipasarkan tanpa banyak rantai distribusi untuk kesejahteraan petani,"
katanya. (RR)