CIMAHI - Pemkot Cimahi akan kembali melanjutkan program pemerintah
pusat terkait transmigrasi yang sempat terhenti beberapa tahun
sebelumnya. Rencananya, mulai tahun depan perpindahan penduduk dari
daerah padat ke daerah lain itu akan dilakukan.
Kepala
Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kota Cimahi,
Dida Hadiningsih mengatakan, karena akan diberangkatkan pada tahun
depan, maka persiapan akan dilaksanakan mulai tahun ini dengan melakukan
serangkaian tes.
"Mereka yang lulus akan
diberangkatkan dan memang selama dua tahun program ini sempat terhenti
dan sekarang mau diadakan lagi," kata Dida, kepada pewarta, Kamis
(23/3).
Dia menjelaskan, mekanisme pendaftaran
transmigrasi adalah warga mendaftar terlebih dulu ke Disnaker Kota
Cimahi, kemudian oleh Disnaker Cimahi akan diajukan ke Pemerintah
Provinsi Jawa Barat.
Dengan demikian, yang
menentukan kuota lolos atau tidaknya pendaftar dari Kota Cimahi ialah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bagi mereka yang mendaftar tidak
dibatasi jumlahnya.
Untuk lebih mengenalkan
program transmigrasi, kata Dida, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke
kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Cimahi. Diharapkan, banyak warga
yang tertarik untuk mengubah kehidupan yang lebih baik.
Sejauh
ini, ada sekitar 27 kepala keluarga (KK) yang sudah melakukan
transmigrasi ke Kalimantan Barat tepatnya di sungai Radak I ada lima KK,
Bulanse ada 14 dan Katapang delapan KK. (HDA)