Loading...

Rapat Koordinasi Tim Penangganan Kesehatan Jiwa Masyarakat

Administrator 03 September 2017 196 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI- Pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara indonesia yang ditandai oleh penduduknya berperilaku hidup dengan lingkungan yang sehat, sesuai dengan definisi kesehatan menurut  WHO bahwa kesehatan meliputi fisik, mental dan sosial, jadi kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan, karena tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa

Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto saat Acara Rapat Koordinasi Tim Penangganan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPJM) yang bertempat di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (29/08/2017).

Sudiarto melanjutkam konsep keperawatan kesehatan jiwa masyarakat adalah konsep pendekatan kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat, satu upaya mengoptimalkan kesehatan jiwa dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan yang ada.

“Upaya kesehatan jiwa masyarakat dilaksanakan dengan prinsip holistic, komprehensip, paripurna dan berkesinambungan untuk seluruh usia dan berbagai masalah kesehatan jiwa.

terdapat perubahan kebijakan kesehatan jiwa masyarakat yaitu dari berbasis rumah sakit menjadi berbasis masyarakat, serta ditangani semua pelayanan kesehatan yang ada,” kata Sudiarto.

Sudiarto pun mengingatkan tim pelaksana kesehatan jiwa berperan penting di masyarakat dalam menemukan kasus baru ataupun yang tidak dilaporkan oleh keluarga penderita, sehingga kasus penderita gangguan jiwa segera dapat diberikan tindakan yang memadai karena TPJM merupakan bagian dari penguatan sistem kesehatan jiwa masyarakat yang ada di kota cimahi yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat di kota cimahi, dengan diupayakannya pelayanan rawat jalan dan penderita gangguan jiwa dapat diberdayakan,” lanjut Sudiarto

 

Menurut riset kesehatan dasar (riskesdas) yang dilakukan oleh kementerian kesehatan Republik Indonesoa pada tahun 2013, diketahui bahwa angka prevalensi gangguan jiwa berat (psikotik-skizoprenia) untuk seluruh wilayah indonesia adalah sebesar 1,7 perseribu dari semua jumlah penduduk indonesia, sementara di jabar sendiri 1,6 per seribu penduduk, dan di cimahi menurut estimasi dari provinsi  di tahun 2015 ada 2,0 per seribu penduduk.

kesehatan jiwa sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup baik perorangan maupun masyarakat.

“Oleh sebab itu status kesehatan jiwa yang buruk akan menurunkan indek pembangunan manusia indonesia (IPM). Mutu sumber daya manusia tidak dapat diperbaiki hanya dengan memperhatikan aspek  “organo biologic” (persalinan. perbaikan gizi dan imunisasi) saja, namun harus memperhatikan pula aspek psycho-educative dan socio-cultural,” terang Sudiarto.

Sudiarto menjelaskan untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan jiwa maka, dinas kesehatan kota cimahi melaksanakan kegiatan pertemuan koordinasi tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat tahun 2017, yang memiliki tujuan umum yaitu untuk meningkatkan koordinasi tim pelasana kesehatan jiwa masyarakat (tpkjm) kota cimahi

sedangkan tujuan khusus kegiatan ini adalah : terlaksananya kegiatan kesehatan jiwa masyarakat melalui tim  pelaksana kesehatan jiwa masyarakat di kota cimahi, serta

berkurangnya dampak sosial akibat penyakit gangguan jiwa seperti menurunnya stigma, diskriminasi, isolasi dan tertanganinya kasus pasung.

 

Adpaun untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas, dinas kesehatan kota cimahi menyediakan :

13 puskesmas dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di kota cimahi, yaitu yang bertempat di :puskesmas cimahi utarapuskesmas cimahi tengahpuskesmas cimahi selatanpuskesmas melong asihpuskesmas melong tengahpuskesmas cipageranpuskesmas citeureuppuskesmas cigugur tengahpuskesmas cibeureumpuskesmas cibeberpuskesmas leuwigajahpuskesmas cipageranpuskesmas pasirkaliki.