Loading...

Kemendikbud Gelar Workshop Animasi 2D di Cimahi

Administrator 21 September 2017 114 kali dilihat
Bagikan:
Kemendikbud Gelar Workshop Animasi 2D di Cimahi
CIMAHI - Untuk melahirkan bibit-bibit animator muda yang handal di bidang perfilman, Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Workshop Animasi 2D (Dua Dimensi) tingkat dasar bagi siswa-siswi SMA/SMK, mahasiswa dan umum di Hotel Simply Valore The Edge Baros, Kota Cimahi pada 19-25 September 2017.

Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI Maman Wijaya mengatakan, animasi berperan sangat penting, selain bisa sebagai pendongkrak ekonomi sebuah negara, animasi ini juga menjadi sebuah industri baru (new media industry).

"Ini perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia agar tidak tertinggal jauh oleh bangsa-bangsa lain dan agar bisa bersaing dengan negara-negara lainnya," katanya, saat membuka kegiatan tersebut pada Selasa (19/9) malam.

Workshop tersebut diikuti oleh 33 peserta siswa-siswi SMA/SMK, mahasiswi dan umum yang datang dari seluruh Indonesia seperti Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Maluku Utara, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Tenggara, dan Sumatera Barat.

Saat ini, kata dia, kemampuan mengelola perfilman animasi di setiap daerah belum merata. Tugas pemerintah idealnya mampu meratakan kualitas agar pertumbuhan perfileman animasi bisa tumbuh berkembang.

Ia menyoroti prospek film animasi yang bisa universal dan masuk ke semua segmen umur. Sebuah tokoh animasi saja, misalnya Tom and Jerry, meski terkesan untuk anak kecil namun tak sedikit orang dewasa menyukainya.

Maka dari itu, pihaknya Siap mendukung pertumbuhan animator baru dalam industri perfilman di Indonesia ini. Untuk itulah, pihaknya telah menyusun standart kompetensi untuk sertifikasi para animator.

"Animator disertifikasi. Saat ini masih berlangsung penyusunan okupansinya. Kalay dalam UU ada 14 tenaga perfileman, animasi salah satunya. Namun ternyata dari keilmuan animasi saja dibagi 45 kompetensi, kemungkinan terus bertambah kompetensinya karena teknologi semakin maju," ujarnya.

Salah seorang praktisi animasi Bambang mengatakan, talenta dan kualitas animator dari Indonesia sebenanrya sudah setara dengan luar negeri. Hanya yang menjadi masalah saat ini, kemampuan para animator di Indonesia belum ada yang memanag dengan baik.

"Kita itu masih one man show. Mulai dari jualan, bikin cerita, hingga mengerjakan banyak hal lainnya oleh seorang. Padahal animator itu perlu kerjasama dengan berbagai pihak," kata Bambang.