Loading...

Dinkes Kota Cimahi Periksa Kesehatan Calon Jemaah Haji

Administrator 22 Maret 2018 710 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI.- Mempersiapkan kondisi fisik calon jemaah haji, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mulai melakukan pemeriksaan kesehatan dan kebugaran pada ratusan calon jemaah haji Kota Cimahi yang akan berangkat pada tahun 2018. Kesehatan dan kebugaran yang prima dibutuhkan oleh calon haji karena ibadah haji 70% membutuhkan kesiapan fisik.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Ars Agustianingsih mengatakan, data calon jemaah haji Kota Cimahi yang akan berangkat pada tahun 2018 sekitar 536 orang. Dinkes Kota Cimahi menindaklanjuti dengan melaksanakan persiapan kesehatan dan kebugaran bagi calon jemaah haji.

"Dengan waktu yang lama, mereka bisa mempersiapkan kondisi fisiknya, karena 70 persen ibadah haji adalah ibadah fisik, sehingga fisik perlu dipersiapkan," ujarnya.

Menurut Ars pemeriksaan kesehatan tahap 1 sudah dilakukan sejak Desember 2017. Bulan Maret 2018 masuk pemeriksaan kesehatan tahap 2.

"Pemeriksaan tahap 1 dan 2 dilaksanakan di 13 puskesmas yang ada sesuai dengan domisili calon jemaah haji. Pemeriksaannya berupa wawancara, pemeriksaan fisik seperti tensi, gula darah dan kolesterol. Serta pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rongten dan EKG," bebernya.

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan keberangkatan calon jemaah haji atau tidak memenuhi istithaah kesehatan, diantaranya calon jemaah haji dengan gangguan jiwa berat, penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya seperti kanker stadium akhir, kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa seperti gagal jantung stadium IV, gagal ginjal stadium IV dengan hemodialisa, dan lainnya. Termasuk untuk yang hamil, tidak boleh berangkat sebelum usia kandungan 14 minggu dan maksimal 26 minggu.

"Kalau ada penyakit menular diobati dulu sampai sembuh sesuai anjuran dokter. Jika statusnya tidak memenuhi syarat kesehatan maka dinyatakan istithaah sementara (tunda), penyakitnya diobati sampai sembuh, kalau sudah sembuh bisa berangkat tahun berikutnya," terangnya.*** (RF)