Loading...

Pemkot Cimahi Turun Tangan Atasi Bencana Alam

Administrator 22 Maret 2018 737 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Turun Tangan Atasi Bencana Alam
CIMAHI.- Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan hujan es melanda Kota Cimahi pada Selasa (20/3/2018) petang. Hal itu mengakibatkan terjadinya bencana alam di sejumlah lokasi, tim terpadu Pemkot Cimahi langsung turun ke lapangan melakukan upaya penanggulangan.

Bencana yang terjadi diantaranya pohon tumbang yang menimpa bangunan hingga melukai warga, juga terjadi banjir merendam permukiman, rumah jebol diterjang banjir, serta longsor yang mengancam rumah roboh.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB berujung pada tumbangnya tiga pohon dan banjir di sejumlah titik.

Banjir menimpa permukiman RW 20 Kelurahan Baros, Jalan Kamarung, Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Kp. Cisurupan Kelurahan Citeureup, dan Kp. Anggaraja RW 7 Kel. Cipageran.

Luapan air menutupi Jalan KH. Usman Dhomiri, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Jalan Kolonel Masturi.

Sejumlah rumah rusak diterjang air, ada juga rumah terancam longsor akibat tanah penyangga rumah terkikis air.

Kepala BPBD Kota Cimahi Dani Bastian mengatakan, data-data tersebut merupakan hasil asessment kaji cepat kebutuhan dasar BPBD Kota Cimahi.

"Petugas turun ke lapangan melakukan pendalaman dan pengumpulan data serta penyerahan bantuan pengamanan kepada korban bencana alam," ujarnya.

Penyebab kejadian bencana, lanjut Dani, karena debit air tinggi saat hujan deras disertai angin kencang. "Ada juga penyumbatan air selokan oleh sampah," ungkapnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan dinas teknis lain untuk penanganan lanjutan pascahujan tersebut. Dinas terkait masing-masing langsung turun ke lapangan melakukan penanganan.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna menyatakan pihaknya prihatin atas banyaknya dampak akibat hujan tersebut. "Sepertinya belum, kita kaji dulu. Kami ikut prihatin kejadian kemarin, Kami akan berusaha memperbaiki itu dan tidak menyalahkan faktor alam," ujarnya.*** (RF)