Loading...

Menilik Potensi Animasi di Cimahi

Administrator 22 Mei 2018 275 kali dilihat
Bagikan:
Menilik Potensi Animasi di Cimahi
CIMAHI - Ketua Cimahi Creative Animation (CCA) Rudi Sutedja menilai, potensi investasi di Cimahi dari sektor industri kreatif seperti animasi cukup besar.

Namun, kata dia, potensi tersebut bisa digali asalkan Pemkot Cimahi ataupun pemerintah pusat memberikan kemudahan perizinan dan nilai pajak tidak terlalu mahal.

"Potensinya besar, cuma yang jadi masalah itu ketika harus berinvetasi mereka pasti nanya kemudahan. Itu yang harus disiapkan," kata Rudi saat dihubungi, Selasa (22/5/2018).

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkot Cimahi dan pemerintah pusat untuk membuat iklim investasi yang lebih melindungi para pelaku industri kreatif di Indonesia.

Menurutnya, nilai pajak dan penayangan pada televisi nasional untuk pembuatan serta penayangan karya animasi di Indonesia cukup mahal.

"Contoh masalah pajak. Pajak kita ppn 10 persen, padalah pajak dari luar (negeri) kalau udah jadi film sangat murah, mungkin hanya 2-3 persen saja dari ppn," ungkapnya.

Khusus nilai investasi di Cimahi, Rudi tak bisa menyebutkannya secara rinci. Namun, katanya, dalam sekali order dari satu studio, nilanya mencapai Rp 2 miliar per tahun.

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi mencatat, total investasi dari kegiatan industri kreatif, seperti dari animasi dari tahun 2009-2017 mencapai Rp 17 miliar.

Sementara realisasi nilai investasi yang masuk sepanjang 2017 dari Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 2.239 perusahaan mencapai Rp 8,9 triliun lebih.

"Itu didapat berdasarkan SIUP dari perusahaan besar, menengah, kecil, mikro," terang Kepala Bidang DPMPTSP Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati.

Mengenai perusahaan yang menanamkan modalnya di Cimahi, dia menyebutkan, mayoritas industri dan perdagangan. Melonjaknya realisasi investasi di Kota Cimahi tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pengendalian DPMPTSP baik melalui rapat koordinasi, sosialisasi serta kunjungan ke perusahaan-perusahaan.

"Untuk memperoleh data yang akurat mengenai investasi ini kami melakukan pengawasan dan pengendalian penanaman modal yang efektif," katanya.

Nila menjelaskan, selama ini investasi di Cimahi berbasis potensi lokal yang terdiri dari empat klaster. Di antaranya klaster makanan dan minuman, klaster industri tekstil dan produk tekstil, klaster kerajinan (craft) serta klaster telematika.

Untuk meningkatkan nilai investasi yang ada, pihaknya telah membuat program pendataan ulang mengenai potensi investasi di Cimahi. Sebab, masih banyak potensi-potensi investasi yang masih bisa digali.

"Khususnya dibidang animasi, kita mau fokus ke situ. Kita dalami lagi," paparnya. (FB)