CIMAHI - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-alun dan Jalan Djulaeha Karmita Kota Cimahi terlihat panik saat melihat petugas Satpol PP datang.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (19/7/2018), petugas Satpol PP Kota Cimahi tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Para PKL yang melihat kedatangan para petugas pun lantas mendorong gerobagnya untuk menghindari sanksi.
Para PKL yang biasanya memenuhi Alun-alun dan Jalan Kaum pun pagi ini terlihat sepi. Pedagang terpantau menyimpan gerobagnya di dalam gapura pemukiman warga. Meski begitu, ada juga sejumlah pedagang yang disita barang bukti dan diberikan surat barang bukti.
Cecep (40), salah seorang pedagang makanan berat di Alun-alun Cimahi menuturkan, dirinya hampir lima tahun berjualan di pusat kota tersebut. Meski melanggar Peraturan Daerah (Perda), Cecep tak akan kapok berjualan.
"Iya tadi dapat surat dari Satpol PP. KTP disita. Iya ini juga terpaksa jualan di sini, untuk kebutuhan hidup," katanya, Kamis (19/7/2018).
Dikatakannya, selama berjualan, baru kali ini ia mendapat surat pengambilan barang bukti dari Satpol PP Kota Cimahi. Meski kesal, tapi karena katanya melanggar Perda, Cecep tak bisa berbuat banyak.
Sementara itu, Kepala Seksi Dalops Satpol PP Kota Cimahi, Uus Saefulloh mengatakan, penertiban ini merupakan agenda rutin pihaknya setiap hari. Selain PKL, pihaknya juga menertibkan pelanggar Perda lainnya, seperti penempatan spanduk yang melanggar.
"Ini patroli rutin, keliling se-Cimahi. Biasanya jam 09.00 WIB dan jam 13.00 WIB," terangnya.
Diakuinya, setiap melaksanakan patroli, pasti saja ada yang melanggar. Terumata para PKL. Menurut Uus, pedagang sendiri tidak akan kapok berjualan di zona terlarang.
"Kalau menurut saya mereka gak akan kapok, apalagi urusannya perut. Tapi kan kita tetap aturan harus diikuti," tegasnya.
Dalam patroli kali ini, sekitar 50 petugas Satpol PP rerkutan baru pun dilibatkan. Selain untuk pembelajaran bagi petugas yang berstatsu Tenaga Harian Lepas (THL), kata Uus, keberadaan mereka juga sangat membantu kinerja Satpol PP Kota Cimahi.
"Iya sanga membantu sekali. Apalagi dengan tidak adanya Kamdal di Pemkot," tandasnya. (FB)