CIMAHI.- Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong masyarakat ikut gencar menangkal pengaruh narkoba. Sosialisasi bahaya narkoba dilakukan berbagai cara, termasuk pendekatan melalui kesenian.
Hal itu muncul pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018, di Gedung Cimahi Technopark Jalan Raya Baros Kota Cimahi.
Dalam kegiatan tersebut, muncul kolaborasi kesenian terutama wayang golek Si Cepot yang memaparkan bahaya narkoba. Menurut Ivan, hal itu dipilih sebagai salah satu sarana sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
"Kita menyampaikan bahaya narkoba tidak perlu harus formal, bisa lewat seni. Maka kita coba untuk sampaikan bahaya narkoba agar masyarakat sadar bahwa ancaman narkoba bisa menelan korban jiwa dan terus menularkan pengaruh buruknya kalau tidak dicegah bersama-sama," kata Kepala BNN Kota Cimahi Ivan Eka Satya.
Pihaknya himbau supaya jangan ragu-ragu mengantarkan warga yang terpapar narkoba untuk rehabilitasi. Di tahun 2018, BNN Kota Cimahi memiliki jatah rehab untuk 55 orang.
Untuk mendapatkan layanan rehab, seorang pecandu narkoba harus terlebih dahulu melewati berbagai tahapan.
"Lapor ke BNN atau lembaga kesehatan yang ditunjuk, lalu dilakukan assessment medis dan assessment sosial. Nanti akan ditentukan apakah cukup rehab rawat jalan atau harus rawat inap," ungkapnya.
BNN Kota Cimahi bekerjasama dengan Pemkot Cimahi dalam penyelenggaraan rehab rawat jalan yang tersedia di 4 lembaga yaitu RSUD Cibabat, RS Mal, Puskesmas Cimahi Selatan, serta Yayasan Dinamika Harapan.
"Lembaga yang kami tunjuk sudah terlatih SDM-nya. Semua layanan tanpa biaya, semua sudah ditanggung baik untuk obat-obatan maupun rehab medisnya, untuk teknis nanti pihak lembaga tersebut yang mengatur," ucapnya.
Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang hadir di lokasi menyatakan apresiasi atas acara tersebut. "Mudah-mudahan bermanfaat untuk remaja, pemuda, hingga relawan. Anak muda harus diingatkan bahwa sebelum bertindal harus berpikir dulu, jangan mudah terpengaruh dalam pergaulan," ujarnya.
Dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di Kota Cimahi, pihaknya bekerjasama dengan BNN, Polres Cimahi, dan Kodim 0609/Kab. Bandung. "Termasuk sampai aparat terbawah harus memonitor masyarakat, jangan sampai narkoba terus muncul," tuturnya. (RF)***