CIMAHI - Badan Peangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi memetakan sejumlah wilayah di Kota Cimahi yang rawan terhadap kekeringan.
Wilayah yang termasuk zona merah kekeringan di Kota Cimahi itu berada di Kelurahan, Padasuka, Leuwigajah, Baros, Cibabat, Citeureup, Cibeber, Melong dan Pasirkaliki.
Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani mengatakan, pemetaan tersebut berdasarkan pengalaman kekeringan atau kesulitan air yang dialami dari tahun-tahun sebelumnya.
"Itu daerah-daerah yang bisa disebut termasuk titik-titik wilayah rawan kekeringan," kata Dani saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (9/8/2018).
Berdasarkan data tersebut, memasuki musim kemarau, petugas BPBD langsung melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah tersebut. Sejauh ini, baru didapati lima wilayah yang mengalami kekeringan.
"Tahun sekarang hanya ada 5 (lima) kelurahan yang sudah minta disuplai air," kata Dani.
Setelah mendapati wilayah yang terdampak kemarau hingga kesulitan air, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Kota Cimahi.
"Pemerintah daerah sudah memberikan bantuan. Kita sudah melakukan upaya pengiriman air," tandasnya. (FB)
Foto: UPT Air Minum dan Aliran Sungai Cimahi yang Dimanfaatkan untuk Membantu Kesulitan Air Warga Kota Cimahi.