CIMAHI.- Jajaran Pemkot Cimahi bersama Polres Cimahi-Kodim 0609/Kab. Bandung menyatakan deklarasi bersama menjaga kondusifitas daerah menjelang Pileg-Pilpres 2019 di Villa Neglasari Jalan Sirnarasa Kota Cimahi, Kamis 13 September 2018.
Deklarasi diikuti Walikota Cimahi Ajay M. Priatna, Dandim 0609/Kabupaten Bandung Letkol Arh. Teguh Waluyo, Kabag Ops. Polres Cimahi Kompol Andrey Valentino, beserta jajaran lurah-camat, babinsa, dan bhabinkamtibmas se-Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna meminta masyarakat tak ikut terprovokasi oknum yang berupaya memecah belah bangsa jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Gerakan diluar ketentuan harus diwaspadai dan diantisipasi segera agar kerukunan yang ada di Kota Cimahi tidak terganggu.
"Kan seperti kita ketahui bersama ada sebagian oknum yang membuat hastagtersebut dan mencoba memprovokasi masyarakat," ujar Ajay.
Dikatakannya, pilihan pada Pemilu 2019 boleh berbeda sebagai hak masyarakat berdemokrasi. Namun, Ajay menghimbau agar masyarakat Cimahi untuk menghindari hal-hal yang sekiranya memprovokasi dan bisa memecah belah persatuan.
"Kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang bertujuan melakukan hal memecah belah. Kita jaga perstauan dan kesatuan," imbuhnya.
Khusus di Kota Cimahi, lanjut dia, sejauh ini masih terjaga dari hal-hal yang dapat memecah belah bangsa. Hal tersebut dikatakannya berkat sinergitas antara pemerintah daerah dengan unsur Polri-TNI di Kota Cimahi
"Di Cimahi, berkat kesigapan TNI-Polri bersatu padu dengan masyarakat sudah memahami kenyaman di atas segalanya. InsyaAllah tidak akan terprovokasi hal seperti itu," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ajay juga meminta para Lurah se-Kota Cimahi untuk menyosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya pesta demokrasi 2019 nanti. Tujuannya, agar masyarakat tidak golput saat mencoblos calon Presiden dan para calon legislatif serta tidak terpengaruh pada hal-hal yang memecah belah persatuan.
Guna menciptakan kondisi aman dan damai menghadapi gelaran Pileg dan Pilpres 2019, Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh. Teguh Waluyo, mengungkapkan pihaknya siap mengoptimalkan peran Babinsa sebagai deteksi dini.
"Saya kira potensi itu sangat ada, kita tidak underestimate. Namun demikian sekecil apapun potensinya harus ada deteksi dan antisipasi," katanya.
Dikatakannya, para Babinsa nantinya akan ditugaskan untuk memberikan informasi seputar Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dan memberikan pemahaman agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang dapat memecah belah bangsa jelang Pemilu 2019.
Dia melanjutkan, pihaknya siap bersinergi dengan Polri maupun pemerintah setempat untuk mengamankan Pemilu 2019. Sinergitas antar lembaga sangat penting agar pelaksanaan pesta demokrasi berjalan kondusif.
"Kami tetap bersinergi dengan kepolisian. Sekarang kami memberikan bantuan kepada kepolisian untuk tetap menjaga supaya keamanan khususnya menjelang Pileg tetap terjaga," tandasnya. (RF)***