Loading...

Pelatihan Pemandu Untuk Wisata Kota Cimahi

Administrator 25 September 2018 274 kali dilihat
Bagikan:
Pelatihan Pemandu Untuk Wisata Kota Cimahi
CIMAHI.- Sebanyak 45 orang termasuk mojang jajaka Kota Cimahi disiapkan menjadi pemandu wisata untuk memberikan pengatahuan terhadap wisatawan yang bakal menikmati wisata militer di Kota Cimahi. Paket wisata tersebut bakal segera dikenalkan secara luas agar dapat dinikmati masyarakat.

Untuk itu mereka mendapat pelatihan dari Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) di Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (24/8/2018).

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan, dengan diberikannya pelatihan tersebut, nantinya para pemadu wisata itu sudah siap untuk memberikan pengetahuan terhadap para wisatawan.

"Jadi tenaga ahlinya kita siapkan, sehingga jika wisata militer ini sudah  berjalan pemandunya sudah siap," ujarnya.

Para mojang jajaka tersebut, kata Ngatiyana, hasil dari seleksi yang nantinya akan dibagi tugas dan disebar ke setiap tempat wisata militer yang ada di Kota Cimahi.

Rencananya pada 15 Desember 2018 nanti, lanjut Ngatiyana, pihaknya akan melakukan launching tempat paket wisata militer tersebut.

Untuk memudahkan para wisatawan, kata Ngatiyana, pihaknya akan menyiapkan kendaraan khusus seperti Bandung Tour On The Bus (Bandros) seperti di Kota Bandung, tetapi akan dikemas secara berbeda ciri khas Kota Cimahi.

"Untuk sementara kita akan menyediakan mobil TNI yang di Kota Cimahi, seperti mobil truk kreo atau mobil antik milik militer saat launching pertama," katanya.

Kerjasama dengan pihak militer juga sudah terjalin. "Kerjasamanya secara pendahuluan sudah dengan jajaran militer. Ditingkatkan lagi lewat koordinasi," ucapnya.

Kabid Pariwisata Disbudparpora Kota Cimahi, Ero Kusnadi, mengatakan, dengan diadakannya wisata militer tersebut diharapkan para wisatawan bisa melihat bangunan heritage di Kota Cimahi.

"Karena Kota Cimahi bagian dari sejarah militer Belanda," katanya.Untuk pengelolaannya, kata dia, pihaknya mulai bekerjasama dengan Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) Jawa Barat.

"Nanti mereka bisa bantu memasarkan paket wisata tersebut," tuturnya. (RF)***