Loading...

Penanganan Kebencanaan Berbasis Masyarakat Lewat Kampung Siaga Bencana

Administrator 31 Oktober 2018 391 kali dilihat
Bagikan:
Penanganan Kebencanaan Berbasis Masyarakat Lewat Kampung Siaga Bencana
CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melakukan pembinaan penanganan kebencanaan berbasis masyarakat di Kelurahan Leuwigajah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan siap menghadapi bencana.

Program tersebut ditetapkan dalam Kampung Siaga Bencana (KSB). Penetapan KSB dilakukan pada pelaksanaan apel di Lapangan Poral Jalan Kihapit Kel. Leuwigajah Kota Cimahi, Sabtu 27 Oktober 2018. 

Dalam program tersebut, dilakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Wawasan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi tahun 2018 dengan materi penyuluhan tentang bencana hingga pelatihan prosedur yang diikuti 60 orang masyarakat.

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penanggulangan bencana adalah tanggung jawab semua pihak bukan hanya pemerintah. Masyarakat adalah pihak pertama yang langsung berhadapan dengan ancaman bencana. 

"Kesiapan masyarakat menentukan besar kecilnya dampak bencana," ujarnya.

Apel siaga merupakan bentuk kesadaran bersama bahwa rentetan bencana yang terjadi di tanah air merupakan rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat. "Berbagai kejadian bencana tersebut tidak jarang mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda dan dampak psikologis para korban," ucapnya.

Bencana juga menimbulkan permasalahan lain seperti pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang mengungsi, kerawanan penyakit menular, serta masalah keamanan harta benda yang ditinggalkan.

Merujuk data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (bnpb), kawasan Bandung Raya sebelah utara dan barat laut yang termasuk Kota Cimahi memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi karena termasuk dalam kawasan sesar lembang. Sehingga berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi dan tanah longsor, juga potensi bencana lainnya seperti kebakaran, banjir dan kekeringan.

Diperlukan langkah-langkah proaktif dan preventif dari seluruh stakeholders terkait bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana, untuk membantu masyarakat yang bakal terkena dampak bencana. 

"Semoga kegiatan ini ada tindak lanjut secara kontinyu dan menghasilkan komitmen bersama membudayakan kepedulian terhadap lingkungan agar tercipta kelestarian demi kelangsungan hidup generasi penerus kita di masa mendatang dan berdoa agar bencana tidak terjadi," tuturnya. (RF)***