CIMAHI.- DINAS Lingkungan Hidup
(DLH) Kota Cimahi melakukan upaya guna mencegah terjadinya pohon
tumbang, menyusul tingginya curah hujan disertai angin kencang di Kota
Cimahi. Upaya yang dilakukan DLH Kota Cimahi ini adalah penopingan atau
pemangkasan pohon di sejumlah titik.
"Tugas
lingkungan hidup terkait konservasi adalah menanam, bukan menebang.
Kalau pun menebang yang sudah diindikasikan harus ditebang, misalnya
rusak, kropos, mati dan lain sebagainya," ujar Kepala DLH Kota Cimahi M.
Ronny.
Pihaknya pun secara rutin melakukan pemantauan guna meminimalisir pohon tumbang, dengan menurunkan tim toping sebanyak 5 orang.
"Setiap
hari ada jadwal toping. Toping itu bagian dari pemeliharaan. Pohon yang
sehat itu tidak ditebang, tapi dipelihara dengan cara di toping. Itu
yang harus kami lakukan agar udara bersih di cimahi bisa dipelihara
dengan banyaknya pohon," bebernya.
Ronny pun
berharap masyarakat aktif melaporkan kondisi pohon yang ada di
lingkungannya. Masyarakat pun bisa lakukan antisipasi secara swadaya,
atau melapor ke DLH untuk dilakukan assesment, apakah pohon itu sehat
atau tidak.
"Setelah itu baru kita lakukan
tindaklanjutnya. Kalau itu sehat tapi menganggu, misalnya ada ranting
yang patah atau daun yang berguguran kita lakukan toping. Tapi kalau
tidak sehat perlu penebangan, baru kita lakukan penebangan. Karena
memang di beberapa lokasi tidak bisa dilakukan pemantauan secara
keseluruhan," terangnya.
Jika ada pohon tumbang
karena angin, sambung Ronny, pihaknya bekerjasama dengan Badan
Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan penanganan secara dini.
"Kalau sudah tumbang kita ada tim reaksi cepat untuk mengantisipasi
itu," ucapnya.