Juga
tersedia panggung talkshow yang diisi perwakilan Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, Walikota Cimahi, dan Envi plast.
Secara
simultan, juga digelar workshop cara daur ulang sampah dikreasikan
menjadi beragam kerajinan tangan. Ada juga tukar sampah jadi poin
sebagai syarat untuk mendapat diskon 50 % pembelian tumbler.
Walikota
Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, pembagian peran dalam hal
pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga ke hilir harus diwujudkan,
karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan permasalahan sampah sendiri,
tanpa melibatkan pihak lain.
"Hal ini berlaku juga
terkait dengan sampah plastik. Perilaku dan budaya hidup yang serba
praktis terkait dengan penggunaan kemasan plastik sekali pakai secara
perlahan tapi pasti telah menyebabkan kerusakan ekosistem lautan dan
mencemari rantai makanan manusia dan mahluk hidup lainnya," ujarnya.
Pola
produksi barang yang lebih menekankan penggunaan bahan baku dengan
bahan dasar plastik dan tidak bersifat reuseable, secara signifikan
meningkatkan timbulan sampah plastik. Belum termasuk sampah plastik yang
dihasilkan oleh perusahaan jasa pengiriman barang, baik lokal,
interlokal dan internasional, termasuk sampah plastik dari perusahaan
produsen air minum dalam kemasan dan masih banyak lagi.
"Diperlukan
kerjasama dengan seluruh pihak, baik masyarakat sebagai konsumen,
pelaku usaha sebagai produsen, dan pemerintah sebagai pemangku
kebijakan, untuk bisa membentuk sikap, perilaku, moral dan budaya yang
ramah lingkungan. Mulai sekarang stop gunakan plastik sekali pakai,
beralih ke kantung belanja agar tidak mencemari lingkungan," tandasnya.