CIMAHI
- Prilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan ternyata bisa menyebabkan
kejadian fatal pada kesehatan. Salah satu penyakit yang rentan terjadi
dari prilaku buruk itu adalah penyakit diare.
Berdasarkan
data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, jumlah kasus diare sepanjang
tahun 2018 mencapai 8.449, dari total jumlah penduduk yang mencapai
535.685 jiwa. Kasus terbanyak berada di Kelurahan Cibabat yang mencapai
918 kasus.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi,
Chanifah Listyarini menjelaskan, prilaku BAB sembarangan itu memang bisa
menularkan penyakit diare. Pasalnya, kuman yang dibuang itu akan
mengalir bersama kotoran melalui air. Bahayanya, jika air yang sudah
terkontaminasi itu digunakan masyarkat, maka kumannya pun rentan juga
menular.
"Membuang air sembarangan itu bisa
menularkan diare. Penularannya bisa melalui air yang yang tercemar,"
jelasnya saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (9/3/2019).
Rini,
sapaan Chanifah mengungkapkan, penyebab penularan diare dari air yang
tercemar pembuangan air besar atau hajat itu dikarenakan adanya bakteri
ekoli. Untuk itu, ia menyarankan agar jarak antara jamban dengan muru
itu minimalnya 10 meter. Tujuannya, agar air yang tercemar oleh buang
hajat itu tak mengalir ke sumur atau aliran sungai.
"Takutnya disumur itu ekolinya memang ada. Kalau tinggi bisa menyebabkan diare," katanya.
Berdasarkan
data jumlah RW, jumlah wilayah RW yang masih buang air sembarangan di
Kota Cimahi masih diangka 66,67 persen. Sebesar 33,33 persen sisanya
sudah berhenti buang air besar sembarangan.
Angka
itu diambil berdasarkan data sanitasi yang terlintasi Daerah Aliran
Sungai (DAS) Citarum di Kota Cimahi yang diperoleh dari (Dinkes) Kota
Cimahi.
Dengan masih adanya prilaku buang air
besar sembarangan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota
Cimahi, Dikke Suseno mengatakan, pihaknya bakal terus mengkampanyekan
'Deklarasi Open Defecation/Stop Buang Air Besar Sembarangan. Selain
untuk menjaga lingkungan, itu dilakukan juga untuk mencegah penularan
diare.
"Iya buang air sembarangan itu kan
pastinya jadi pencemaran air, terus bisa jadi diare juga. Untuk itu,
kita terus mengajak masyarakat untuk menyetop prilaku BAB sembarangan,"
imbuhnya.