Loading...

Legok Awi, Destinasi Wisata Alam Rasa Zaman Dulu di Cimahi

Administrator 23 September 2019 535 kali dilihat
Bagikan:
Legok Awi, Destinasi Wisata Alam Rasa Zaman Dulu di Cimahi

CIMAHI - Kampung Torobosan Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi mulai membangkitkan kembali wisata alam dan tradisionalnya. Wilayah itu dulunya sempat mengusung nama Desa Wisata Cimahi Torobosan (Dewi Citos).

Gairah wisata itu terlihat kembali pada Minggu (22/9/2019) ketika warga Kampung Torobosan RW 12 bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi mengagas konsep bertajuk 'Pasar Wisata Legok Awi'.

Peresmian destinasi wisata alam dan tradisional itu dihadiri Sekretris Daerah Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, Ketua TP PKK Kota Cimahi Lucyani Priatna dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi.

Sesuai namanya yakni legok awi, lokasi pasar wisata tersebut memang terletak di wilayah cekungan atau lebih rendah dari tempat lain. Di wilayah itu terdapat banyak bambu (awi dalam Bahasa Sunda) yang tumbuh.

Sepintas Pasar Wisata Legok Awi terlihat biasa saja. Hanya tambahan berbagai ornamen yang dibuat dari bambu itu seperti membawa harapan wisata alam berkonsep pasar itu akan berkembang.

Sebab disebut Wisata Pasar Legok Awi yang lebih konsep pada wisata alam dan tradisional, artinya di sana akan ada transaksi jual beli antara pedagang dengan pengunjung.

Dagangan yang dijual pun adalah jajanan khas Sunda seperti minuman tradisional bandrek. Kemudian makanan seperti awug, burayot dan sebagainya. Cara transaksinya pun adalah dengan uang yang ditukar dengan bambu.

"Kalau untuk transaksi hari ini kita masih pak koin bambu. Jadi bayarnya harus pakai bambu yang sebelumnya ditukar dengan uang," kata Koordinator Pasar Wisata Legok Awi, Sumarno saat ditemui disela-sela peresmian.

Dikatakannya, kemeriahan wisata di legok itu tidak hanya akan terjadi pada peresmian kali ini. Sebab, pihaknya berencana setiap Minggu akan ada acara yang bisa menyedot pengunjung.

"Setiap minggu rencananya akan ada acara," ucapnya.

Dikatakan Sumarno, potensi tempat yang tadinya begitu rimbun dan sepi itu memang sudah terlihat dari dulu. Bahkan, ia bersama warga lainnya dibantu Disbudparpora Kota Cimahi mulai menatanya sejak sepekan lalu.

"Kita akan kembangkan secara tradisional. Makanan yang dijual juga tradisional. Terus konsep wisatanya itu back to nature," jelasnya.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja menambahkan, dicetuskannya wisata pasar dengan gaya tradisional dan alam ini tujuannya untuk mengangkat kembali suasana pasar zaman dulu.

"Sehingga temanya juga kita angkat kuliner zaman dulu. Jenis makanannnya tempo dulu," terang Budi.

Ke depan, lanjut Budi, pihaknya bekerja sama dengan warga akan menambahkan beberapa ornamen untuk menarik minat masyarakat. Pembuatan ornamen itu dipastikan tidak akan merubah konsep alamnya.

"Akan kita kembangkan perlahan-lahan
Kita tambahan dengan dekorasi yang secara seni, bisa untuk berfoto. Nanti ada juga tempat bermain anak-anak," jelasnya.

Pihaknya berharap ke depan akan muncul wisata-wisata alam lainnya seperti Pasar Wisata Legok Awi. Sebab menurut Budi, munculnya wisata ini bisa menjadi contoh bahwa ditengah keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), Kota Cimahi masih tersedia lahan untuk dimanfaatkan menjadi tempat wisata.

"Diharapkan dapat menjadi contoh untuk kampung lain yang sekiranya memiliki tempat yang refresenttaif untik dijadikan tempat wisata," pungkasnya.