CIMAHI.-Wali Kota
Cimahi Ajay M. Priatna membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Masjid
Indonesia (DMI) dan Musda III Badan Koordinasi Majelis taklim Masjid
(BKMM) Kota Cimahi di aula Gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden
Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu (5/11/2020). Kegiatan organisasi
tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjuangan memakmurkan masjid,
terutama demi memaksimalkan fungsinya dalam membina umat sebagai
landasan dalam mewujudkan Cimahi Agamis.
"Masjid
sejatinya selain menjadi basis ideologi dan spiritual umat islam, juga
berperan sebagai wahana untuk memfasilitasi berbagai upaya pemberdayaan
dan penguatan kapasitas umat di bidang pendidikan, ekonomi, sosial,
budaya serta berbagai bidang lainnya," ujarnya.
Menurut
Walikota, bagi seorang muslim masjid adalah lembaga terpenting setelah
rumah dan tempat kerja. Masjid menjadi pusat kegiatan komunitas muslim,
tempat bersosialisasi, dan tempat kembali mensucikan dan mendekatkan
diri kepada sang pencipta.
"Tidak pelak lagi bahwa
masjid mempunyai peran dalam membangun karakter bangsa. Karenanya,
disamping sebagai tempat ibadah bersama, pemrakarsa masjid juga
diharapkan sungguh-sungguh memperhatikan agenda dan kepengurusan
masjid," ungkapnya.
Masjid bukan hanya sebagai
simbol peribadahan umat Islam saja tapi harus mampu menghantarkan
jama’ahnya dalam beribadah baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia.
"Masjiald harus dijadikan benteng moral bagi masyarakat islam sehingga
melalui fungsionalisasi masjid masyarakat dapat menampilkan akhlak yang
berkualitas," jelasnya.
Lewat musda tersebut,
pihaknya berharap dapat menghasilkan suatu visi misi program
berkualitas. "Sehingga peran DMI akan betul-betul dirasakan manfaatnya
oleh umat. Tentunya bersama-sama dengan pemerintah dalam upaya
meningkatkan pemberdayaan ekonomi, meningkatkan kualitas dakwah serta
meningkatkan kualitas manajerial masjid di Kota Cimahi," tuturnya.***