CIMAHI.-Pemerintah
Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan
Perindustrian (Disdagkoperin) terus mendukung program pemberdayaan UMKM
(Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk bangkit menjalankan usaha. Hal itu
sebagai upaya Pemkot Cimahi dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi
Nasional (PEN).
Sebagai persiapan, dilakukan Forum
Group Disscusion (FGD) Pemulihan Ekonomi Komite Pemulihan Ekonomi
Daerah (KPED) Kota Cimahi yang berlangsung di Mason Pine Hotel Kota Baru
Parahyangan, Kabupatan Bandung Barat.
"Kita
melaksanakan rapat FGD beserta tim pemuluhan ekonomi daerah Kota Cimahi
untuk merencanakan pemulihan ekonomi daerah di Kota Cimahi Tahun
2021-2022. Kita menggandeng berbagai unsur untuk berembuk bagaimana
pemulihan ekonomi daerah tahun 2021 maupun 2022. Mudah-mudahan
membuahkan hasil untuk pemulihan ekonomi Cimahi," ungkap Pelaksana Tugas
(Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Dijelaskannya,
salah satu dalam mendukung percepatan PEN adalah program pemberdayaan
UMKM, yang dilakukan Disdagkoperin Kota Cimahi, bagaimana mengangkat
UMKM yang ada di Kota Cimahi bisa bangkit kembali, memproduksi maupun
memasarkan produksinya baik itu di dalam maupun di luar Kota Cimahi,
hingga ke luar negeri.
Menurut Ngatiyana, salah
satu strategi dalam mendukung program pemberdayaan UMKM adalah
menjalankan usaha melalui pemasaran dan penjualan secara online, dimana
hal ini telah didorong untuk diterapkan sampai dengan tingkat kelurahan.
Pemkot
Cimahi juga telah berupaya memberi berbagai solusi terhadap
permasalahan para pelaku UMKM, diantaranya melalui pelatihan, kompetisi
inovasi, lomba dan pendampingan kepada para pekerja yang bergerak di
kelompok UMKM yang terdampak Covid-19 berdasarkan unit kompetensi
masing-masing melalui Cimahi Small Business Innovation (CSBI)
Competition.
"Untuk tahun 2021, ada beberapa
rencana aksi yang akan dijalankan terkait dengan pengembangan UMKM,
diantaranya yaitu pendampingan 76 kelompok juara CSBI, 1 koordinator dan
8 pendamping. Fasilitasi perijinan dan standarisasi produk UMKM, uji
nutrisi, sertifikat halal, haki, 100 label atau kemasan. Juga akan
digelar inkubasi dengan peserta 75 tenant, pendampingan digitalisasi
koperasi, pameran, termasuk
fasilitasi Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 untuk 44 ribu pelaku usaha Kota Cimahi.
"Melalui
FGD pemulihan ekonomi KPED Kota Cimahi, saya harapkan rencana aksi akan
dijalankan oleh Pemkot Cimahi dapat dikembangkan lagi. Kami berharap
kerjasama antara para pelaku usaha, institusi perbankan, organisasi
pengusaha dan pemerintah dapat terus berjalan, sehingga terjadi sinergi
dalam upaya bersama melakukan percepatan ekonomi nasional khususnya di
Kota Cimahi," tuturnya.***