Loading...

Punya Peran Penting, Dinsos Cimahi Berharap Peksos Bisa Ikut Seleksi P3K

Arifin 28 Juni 2021 3014 kali dilihat
Bagikan:
Punya Peran Penting, Dinsos Cimahi Berharap Peksos Bisa Ikut Seleksi P3K

CIMAHI - Para Pekerja Sosial (Peksos) dan Unit Pelayanan Terpadu Administrasi Kesejahteraan Sosial (UPTAKS) sangat berperan dalam mengentaskan berbagai permasalahan sosial di Kota Cimahi.

Untuk itu, di Kota Cimahi bisa diakomodir dalam seleksi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun ini.

Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DisnsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, saat ini status para Peksos dan UPTAKS di Kota Cimahi baru sebagai Tenaga Harian Lepas (THL).

"Sudah diajukan untuk P3K. Semuanya masih THL," ujar Fitriani, Senin (28/6).

Tahun ini, memang pemerintah rencananya bakal membuka seleksi P3K. Namun Fitriani belum mengetahui pasti apakah ada formasi untuk para Peksos atau tidak. Namun dirinya berharap mereka bisa diakomodasi mengingat peran dan tugasnya sangat penting.

Di Kota Cimahi, tercatat ada 15 Peksos yang tersebyara di 15 kelurahan se-Kota Cimahi. Sedangkan petugas UPTAKS hanya ada 1 orang. Dari total Sumber Daya Manusia (SDM) Peksos dan UPTAKS, baru 8 orang yang sudah bersertifikat.

Diakui Fitriani, jumlah Peksos yang ada keteteran untuk menjalankan tugasnya dalam permasalahan sosial di Kota Cimahi. Seperti mendata penerima bantuan sosial, rujukan klien, permohonan bantuan dan sebagainya.

Namun tugas mereka juga dibantu oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang kini berada di bawah langsung Kementerian Sosial (Kemensos). Jumlahnya mencapai 40 orang di Kota Cimahi.

Kemudian ada juga Tenaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (TKSR) Kecamatan se-Kota Cimahi, serta sejumlah SDM lainnya yang bergerak di bidang sosial. "Nah mereka-mereka inilah yang saling bahu-menbahu, bekerjasama untuk menangani permasalahan sosial di Kota Cimahi," sebutnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan pada DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Ratri menambahkan, ada berbagai tugas Peksos. Seperti membantu masyarakat meningkatkan kemampuan secara efektif untuk melaksanakan tugas tugas kehidupan dan memecahkan masalah sosial yg mereka alami.

"Contohnya, membantu masyrakat untuk meringankan beban hidup seperti masyarakat tidak memiliki akses kesehatan. Peksos dapat mengusulkan yang bersangkutan untuk mendapatkan program pemerintah seperti KIS atau Gakinda," jelas Ratri.

Kemudian, mereka juga bertugas untuk mengkaitkan masyarakat yang memiliki permasalahan sosial dengan sistem sumber. Seperti ketika ada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suami terhadap istri sehingga istri harus mendapatkan perawatan intens d rumah sakit tetapi tdk memiliki biaya.

"Peksos dapat menghubungkan dengan lembaga Komnas perempuan. Tugas lainnya memberikan fasilitas interaksi dengan sistem sumber. Contohnya dengan adanya kasus KDRT pekerja sosial meminta tolong kepada LK3 agar memberikan konseling korban," jelas Ratri.

Tugasa lainnya yang tak kalah penting adalah melakukan pendataan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melakukan asesment kepada masyarakat yang memiliki permasalahan sosial, melakukan intervensi kepada masyarakat untuk dapat memecahkan permasalah sosial.

"Dan lendampingan dan evaluasi dalam tahap ini Peksos melihat bagaimana kemajuan dalam memecahkan masalah sosial yang dihadapi maupun kendala kendala yang akan menghalang dlm proses intervensi dan mempersiapkan model model pemecahan masalah sosial yang lain," pungkas Ratri.