CIMAHI.-Pemerintah
Kota Cimahi menggelar pelatihan untuk tenaga tracer. Mereka siap
bertugas melakukan pelacakan kasus Covid-19 sehingga penanganan kasus
Covid-19 di Kota Cimahi bsa segera mendapat penanganan.
Demikian
diungkapkan Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana, usai membuka Pelatihan
Pembinaan Tracer Covid-19 Kota Cimahi secara daring di Ruang Rapat
Walikota Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. "Tenaga
tracer ini bagaimana mencari, melacak kasus Covid-19 termasuk kontak
erat. Yang mana harus kita lakukan bersama-sama untuk menangani covid-19
di Kota Cimahi," ujarnya.
Pelibatan relawan dari kalangan masyarakat
tersebut menindaklanjuti program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
yang juga melibatkan tim penggerak PKK dan Pramuka untuk melakukan
percepatan tracing kontak erat.
Tenaga tracer tersebut sebanyak 163
personil berasal dari berbagai kalangan mulai dari kader PKK, Karang
Taruna, tenaga kesehatan, hingga personil Babinsa-Bhabinkamtibmas.
"Mereka
kita latih untuk menggunakan Silacak atau Sistem Aplikasi Pelacakan
Covid-19. Dinkes Kota Cimahi sudah menyiapkan personil 163 orang dari
berbagai kalangan. Mudah-mudahan hasil pelatihan bisa dipraktekkan di
lapangan untuk pengejaran kasus hingga mendampingi selama isolasi
mandiri. Sesudah pelatihan ini bisa langsung ke lapangan," katanya.
Pihaknya
mencari tenaga tracer berusia muda sekitar 18-50 tahun. "Kita butuh
yang enerjik, bisa menggunakan IT dan paham tata cara pelaporan.
Sehingga pelacakan terhadap yang terkonfirmasi bisa segera terdeteksi
dan tertangani," ungkapnya.
Ngatiyana mengklaim, Pemkot Cimahi sudah
melakukan berbagai upaya untuk menekan penularan Covid-19 di Kota
Cimahi. "Bagaimana berbagai upaya penanggulangan kasus covid dilakukan
untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal itu bisa menurunkan laju
penambahan kasus jika yang terkonfirmasi bisa segera kita temukan dan
tangani sebelum menularkan ke orang lain," jelasnya.***